Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRESIDEN PKS DITANGKAP: Kader PKS Sumut Nilai Ada Operasi Politik

MEDAN—Pasca ditetapkannya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaqq sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan suap sapi impor, kader PKS di Provinsi Sumatra Utara menilai bahwa ada sebuah operasi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Januari 2013  |  21:01 WIB

MEDAN—Pasca ditetapkannya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaqq sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan suap sapi impor, kader PKS di Provinsi Sumatra Utara menilai bahwa ada sebuah operasi politik yang dilakukan untuk menjatuhkan PKS menjelang pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum 2014.

Ikrimah Hamidi, Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nigroho-Tengku Erry Nuradi (GANTENG), mengatakan  ada sejumlah pilkada yang akan digelar dibeberapa daerah sekarang iini, yakni Pilkada Jabar dan Pilkada Sumatra Utara.

“Dari 2 pilkada itu, PKS mengusung 2 kadernya yang merupakan calon incumbent. Di Pilkada Jawa Barat, PKS mengusung Ahmad Heryawan dan di Pilkada Sumut PKS mengusung Gatot Pujo Nugroho,” kata Ikrimah Hamidi kepada Bisnis di Sekretariat Tim Pemenangan GANTENG hari ini, Kamis (31/1).

Banyak isu-isu yang telah digelontorkan kepada Gatot Pujo Nugroho pada Pilkada Sumut ini, kata Ikrimah, namun sepertinya isu itu tidak mempengaruhi dukungan kepada pasangan ini.

“Sehingga dicarilah isu yang langsung menyerang simbol partai untuk mempengaruhi elektabilitas pasangan GANTENG di Sumut. Demikian juga di Pilkada Jabar, pasangan Ahmad Heryawan juga diterpa dengan isu APBD, namun tidak mempengaruhi,” ujarnya.

PKS di Sumatra Utara, tegas Ikrimah, sekarang ini terus melakukan penguatan secara internal dan untuk kasus ini diminta kepada seluruh kader PKS agar tetap semangat. “Akan ada sosialisasi yang akan dilakukan melalui media oleh seluruh pengurus partai untuk menjelaskan kasus ini yang sebenarnya,” ujar Ikrimah.

Menurut Ikrimah, ada keganjilan dari penangkapan dan penetapan status tersangka Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaqq. Pasalnya proses hukum yang diterima Luthfi Hasan Ishaqq langsung sebagai tersangka tanpa ada pemeriksaan awal.

“Kemudian disebutkan bahwa AF adalah teman dekat dari Luthfi Hasan, ternyata diketahui bahwa AF bukan teman dekat Luthfi Hasan,” ujar Ikrimah.

Dengan penjelasan yang disampaikan DPP PKS bahwa ini adalah operasi politik, kata Ikrimah, maka kader partai di Sumatra Utara akan semakin solid dan kuat, karena merasa telah dizolimi. (JIBI/k14/sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Heru Rahmad Kurnia

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top