Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENGGUNA KATINONA Tetap Akan Dijerat Secara Hukum

JAKARTA—Badan Narkotika Nasional menegaskan pengguna maupun pengedar zat turunan katinona tetap bisa dijerat oleh hukum yang berlaku. 
- Bisnis.com 31 Januari 2013  |  20:54 WIB

JAKARTA—Badan Narkotika Nasional menegaskan pengguna maupun pengedar zat turunan katinona tetap bisa dijerat oleh hukum yang berlaku. 

Kepala Bagian Humas BNN Kombes Polisi Sumirat Dwiyanto mengatakan tim penyidik dan saksi ahli mengacu pada kasus yang pernah ditangani pada belasan tahun silam. 

Seorang saksi ahli dari BNN yang berlatar belakang apoteker pernah menjadi saksi ahli untuk kasus penyalahgunaan ekstasi pada 1995. Adapun, regulasi yang mengatur tentang narkotika terbit pada 1997, yakni Undang-Undang No.22/1997 tentang Narkotika.

"Saat itu, pengguna ekstasinya tetap bisa dijerat meskipun belum ada Undang-Undang. Kami berkaca pada pengalaman itu," ujar Sumirat hari ini, Kamis (31/1/2013).

Pernyataan  Sumirat tersebut seolah menjawab keraguan atas lolos atau tidaknya orang yang terbukti menggunakan atau mengedarkan turunan katinona tersebut. 

UU No.35/2009 tentang Narkotika hanya mencantumkan katinona sebagai narkotika golongan I, tanpa menyertakan senyawa turunan atau derivat katinona.

Narkotika golongan I merupakan narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Sebanyak dua dari tujuh orang yang dinyatakan positif mengkonsumsi obat-obatan tertentu terbukti menggunakan derivat katinona, yaitu zat yang berdampak serupa dengan ekstasi.

Oleh karena terbilang temuan baru, BNN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, farmakolog, ahli adiksi, dan ahli lainnya guna meneliti derivat katinona ini lebih lanjut. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top