Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRESIDEN PKS DITANGKAP: Apa motif di balik penyuapan impor daging?

JAKARTA: Mengapa Indoguna menyuap LHI Rp1 miliar? Bahkan, menurut sumber di KPK, uang Rp1 miliar sebagai uang muka, dan akan diberikan selanjutnya sampai Rp40 miliar.
Aprika Rani Hernanda
Aprika Rani Hernanda - Bisnis.com 31 Januari 2013  |  16:09 WIB

JAKARTA: Mengapa Indoguna menyuap LHI Rp1 miliar? Bahkan, menurut sumber di KPK, uang Rp1 miliar sebagai uang muka, dan akan diberikan selanjutnya sampai Rp40 miliar.


Jika dikaitkan dengan tambahan kuota impor daging, alokasi 32.000 ton pada tahun ini sudah habis dibagikan ke seluruh importir. Kelompok Indoguna sudah dapat bagian yang lumayan.


Di sisi lain, ada pihak di luar Indoguna yang tidak mendapatkan kuota tersebut. Bahkan, sejak 2011 salah satu pemain impor daging ini tidak memperoleh bagian. Bisnis mencatat, kisruh kuota tambahan impor daging 2011 mencuatkan nama salah satu pengusaha yang kecewa karena bagi-bagi surat perizinan pemasukan (SPP) daging impor dinilai tidak adil.
 

Saat itu, pemain daging terbesar di negeri ini, Basuki Hariman, protes keras sampai menggelar jumpa pers karena tidak kebagian tambahan kuota impor daging beku yang ditetapkan 28.000 ton.


Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Prabowo Respatiyo Caturroso periode tersebut telah memangkas separuh lebih dari keputusan pemberian kuota tambahan impor daging 2011 sebesar 28.000 ton.

Tercatat, sebanyak 15 Surat Persetujuan Pemasukan (SPP) dengan volume impor sebanyak 17.550 ton telah diterbitkan lebih dulu kepada kelompok Indoguna lewat bendera PT Indoguna Utama, Cahaya Karya Indah dan  Surya Cahaya Cermerlang, serta kelompok Berkat lewat bendera PT Berkat Mandiri Prima dan Prima Jaya  Mandiri.


Sementara sisa sekitar 10.350 ton dibagikan antara lain kepada PT Anzindo sebanyak 3.000 ton,  PT Kurnia 2.000 ton, Argo Boga 500 ton, PT Bumi Mestro Ayu 500 ton,  Bina Mentari Tunggal mendapat 600 ton, Dua Putra 500 ton, Melindo 200 ton, Causa Prima 200 ton dan Sojid 200 ton.


Sampai dengan saat ini, Basuki Hariman yang mengendalikan sejumlah perusahaan untuk impor daging dari Australia, Selandia Baru, Kanada dan AS melalui PT Impexindo Pratama, CV Sumber Laut Perkasa, PT Aman Abadi Nusa Makmur, dan PT Cahaya Sakti Utama yang berkantor di Kompleks Perkantoran Danau Sunter, Jakarta Utara, seolah tersingkir dari pusaran bisnis.


Apakah ada intrik persaingan usaha lalu terjadi 'saling lapor' dalam kasus suap daging impor oleh pihak yang tak diuntungkan sehingga membidik Presiden PKS ini dan pejabat Kementan yang juga kader PKS? Ataukah, kepentingan politik semata demi mempersiapkan 2014? (arh)


 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top