Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRESIDEN PKS DITANGKAP: Diragukan Murni Terkait Suap Impor Daging

JAKARTA—Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra meragukan penangkapan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq murni untuk penyidikan kasus dugaan  suap impor daging.
- Bisnis.com 31 Januari 2013  |  11:09 WIB

JAKARTA—Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra meragukan penangkapan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq murni untuk penyidikan kasus dugaan  suap impor daging.

“Hanya waktu yang membuktikan apakah benar (tujuan penyidikan) atau fitnah,” ujarnya terkait langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadikan Luthfi tersangka malam. KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka atas dugaan bersama-sama menerima suap dari PT Indoguna Utama terkait kebijakan impor daging sapi.

Menurut Indra, kasus tersebut akan menjadi cobaan bagi PKS menjelang pelaksanaan Pemilu 2014. Dia mengaku tetap optimistis Luthfi tidak bersalah dan tidak akan berpengaruh pada perolehan suara PKS pada pemilu mendatang.

“Saya tetap optimistis PKS akan naik kelas pada 2014 karena komitmen PKS memberantas korupsi tetap kuat,” ujarnya kepada wartawan.


Sebelumnya Luthfi dijemput penyidik dan tiba di Gedung KPK pada dinihari, Kamis (311). Selain Luthfi, KPK juga menetapkan Ahmad Fathani sebagai tersangka atas dugaan perbuatan yang sama. Selain itu, KPK menetapkan dua Direktur PT Indoguna, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, sebagai tersangka pemberian suap.

Penetapan Luthfi sebagai tersangka ini berawal dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Selasa lalu. Dari situ, KPK menahan empat orang, yakni Ahmad, Arya, Juard, dan seorang perempuan bernama Maharani.

Bersamaan dengan penangkapan tersebut, KPK menyita uang Rp 1 miliar yang disimpan dalam kantong plastik dan koper.  (if)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top