Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANDARA ABDULRAHMAN SALEH Gairahkan Usaha Kuliner

MALANG–Kehadiran Bandara Abdulrahman Saleh, Malang, menjadi pemicu menjamurnya bisnis kuliner berupa kafe di Kota Bunga itu.
- Bisnis.com 29 Januari 2013  |  20:39 WIB

MALANG–Kehadiran Bandara Abdulrahman Saleh, Malang, menjadi pemicu menjamurnya bisnis kuliner berupa kafe di Kota Bunga itu.

Namun, hanya kafe dengan lokasi strategis, konsep yang jelas dan menu yang bervariasi yang mampu bertahan. Direktur Operasional Biker's Cafe Hery Fuadi mengatakan peluang bisnis kuliner di Kota Malang cukup potensial untuk digarap serius dengan adanya bandar udara.

"Hampir setiap bulan ada pembukaan kafe baru, tetapi hanya beberapa kafe dengan konsep yang jelas, lokasi strategis, dan menu makanan yang bervariasi saja yang dapat bertahan lama," ujar Hery saat ditemui Bisnis hari ini, Selasa (29/1/2013).

Selain itu, lanjutnya, banyaknya mahasiswa yang ada di Kota Malang menjadi pasar yang potensial untuk dibidik. Untuk itu, pihaknya menghadirkan Biker’s Cafe, kafe yang menyajikan menu hotel dengan harga yang sangat terjangkau.

“Target pembeli kami, 50% anak muda, 50% keluarga dan orang tua. Harga yang kami tawarkan cukup rendah dengan menu yang bervariasi. Kafe kami tidak hanya menawarkan kopi dan snack, tetapi juga makanan berat,” imbuhnya.

Sesuai dengan namanya, Biker’s Café biasa digunakan sebagai tempat berkumpulnya komunitas motor. Saat ini, lanjut Hery, Biker’s Café sudah merangkul BMW Community, komunitas Vespa, komunitas Harley, komunitas Kawasaki Ninja, dan komunitas Bajaj.

Selain itu, ungkapnya, pembeli juga dari mahasiswa dan beberapa penghuni perumahan yang ada di sekitar Biker’s Café seperti perumahan Lembah Dieng, Istana Dieng, Bukit Dieng, dan Puncak Dieng.

Kafe yang terletak di Jalan Terusan Dieng tersebut memamerkan motor besar di tengah-tengah ruangan  dan menyediakan live musik setiap malam.

Sebelumnya Ketua Paguyuban Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Malang Septarina Eko Dewi mengatakan bisnis kuliner dan souvenir di Malang dalam setahun terakhir berkembang pesat dengan semakin berkembangnya pariwisata dan pendidikan.

Menurutnya, berkembangnya pariwisata dan pendidikan memicu kebutuhan orang untuk makan.

Selain itu, lanjutnya, bisnis kuliner juga dinilai sebagai bisnis yang memberikan keuntungan yang cukup menarik dan tidak mengenal inflasi sehingga banyak diminati bagi orang yang memiliki keinginan berwirausaha.

“Sejak setahun terakhir bisnis kuliner berkembang dan bermunculan. Perkembangan pariwisata dan pendidikan menjadi pemicunya, tingkat hunian hotel di Malang juga tertinggi sesudah Bali,” ujar Septarina. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top