Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS EROPA: Pengetatan Anggaran Spanyol Dikendurkan

MADRID—Uni Eropa (UE) mengisyaratkan akan memberikan pelonggaran target pengetatan anggaran yang diembankan kepada Spanyol pada bulan depan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Januari 2013  |  18:50 WIB

MADRID—Uni Eropa (UE) mengisyaratkan akan memberikan pelonggaran target pengetatan anggaran yang diembankan kepada Spanyol pada bulan depan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Wakil Presiden Komisi Eropa Olli Rehn mengatakan pihaknya akan mengambil keputusan yang terbaik bagi perkembangan konsolidasi anggaran Spanyol saat negara itu menyerahkan program anggaran 2013 pada Februari 2013.

“Jika ada gangguan yang serius terhadap ekonomi, kita dapat mengajukan perpanjangan masa penyesuaian sebuah negara. Itulah yang kita lakukan pada tahun lalu dalam kasus Spanyol,” kata Rehn di Madrid pada Senin (28/1/2013).

Hal tersebut disampaikan Rehn, yang juga menjabat sebagai Komisi Urusan Ekonomi dan Moneter UE itu, dalam sebuah konferensi pers yang turut dihadiri Menteri Ekonomi Spanyol Luis de Guindos.

Meskipun pengetatan anggaran bertujuan mengurangi defisit anggaran sebuah negara, dalam kasus krisis utang zona euro, kebijakan ini pada saat yang sama juga menghambat bahkan menekan pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Perekonomian Spanyol diperkirakan kembali anjlok pada kuartal IV/2012 karena program pengetatan yang dituntut oleh UE menekan permintaan domestik dan lapangan pekerjaan selama tahun pertama masa jabatan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy.

Menteri Anggaran Spanyol pada bulan lalu mengisyaratkan pemerintah kemungkinan tidak akan mencapai target penurunan defisit anggaran yang ditetapkan UE yakni 6,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) 2012.

Target yang ditetapkan untuk tahun ini adalah 4,5%. Bank of Spain memperkirakan PDB turun 0,6% pada kuartal IV/2012 dari periode yang sama tahun lalu, dua kali lebih dalam dari kuartal sebelumnya.

Rehn mengatakan saat ini pihaknya belum dapat mengonfirmasi pelonggaran target pemangkasan defisit anggaran hingga 7% karena UE baru menerbitkan keputusan tersebut pada 22 Februari.

Hingga saat ini, Rajoy masih berupaya menghindar dari bantuan dana talangan (bailout) penuh dari UE meskipun negara dengan perekonomian terbesar ke-empat di Eropa itu telah mengalami resesi.

Padahal, Bank Sentral Eropa (ECB) telah menjanjikan dana pembelian surat utang negara (SUN) negara-negara zona euro yang terlilit utang serta telah mengajukan permohonan bailout dan menyetujui persyaratan dari UE.

Meskipun belum direalisasikan, komitmen bantuan dari ECB telah menjadi sentimen positif bagi investor sehingga meringankan beban utang Spanyol. Namun, Rehn berharap Rajoy tetap mereformasi ekonomi negaranya.

“Kombinasi pertumbuhan yang tepat antara pemangkasan belanja dan kenaikan pajak sangat penting. Reformasi pasar tenaga kerja pada akhirnya juga penting. Spanyol juga perlu terus mengintensifkan program tersebut untuk mempermudah kegiatan bisnis,” jelas Rehn. (Ahmad Puja R. Altiar/sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top