Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adira Finance Targetkan Pembiayaan Syariah Rp9 Triliun

JAKARTA--PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) menargetkan pembiayaan syariah sebesar Rp9 triliun pada 2013, meningkat 76% dari realisasi pembiayaan syariah pada 2012 yang mencapai Rp5,1 triliun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Januari 2013  |  22:30 WIB

JAKARTA--PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) menargetkan pembiayaan syariah sebesar Rp9 triliun pada 2013, meningkat 76% dari realisasi pembiayaan syariah pada 2012 yang mencapai Rp5,1 triliun.

 
Willy Suwandi Dharma, Direktur Utama Adira Finance, mengatakan pihaknya berencana mengembangkan bisnis pembiayaan syariah dengan menciptakan produk baru dan mencari celah pasar yang sesuai dengan target market pembiayaan berbasis syariah.
 
"Cari segmen pasar mana yang bisa dituju untuk meningkatkan. Kami yakin tahun ini akan tetap tumbuh," ujarnya, Senin (28/1).
 
Willy juga mengindikasikan akan menyiasati tenor pembiayaan untuk memperluas target pasar. Untuk mendukung hal ini, lanjutnya, perseroan tengah menggodok sistem mitigasi risiko yang lebih ketat.
 
Selain itu, lanjutnya, perseroan akan meningkatkan kapasitas bisnis pembiayaan syariah dengan cara menambah sumber dana melalui penerbitan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I tahun 2013 senilai Rp500 miliar.
 
"Bisnis pembiayaan syariah didominasi oleh pembiayaan sepeda motor yang tenornya rata-rata 1-3 tahun. Kami mencari sumber pendanaan yang tenornya sama," ujarnya.
 
Selain itu, lanjutnya, alasan perseroan menerbitkan sukuk adalah untuk memenuhi imbauan regulator untuk menggerakkan produk syariah di pasar modal.
 
Sementara itu, I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Adira Finance, mengatakan upaya menggali dana dari pasar modal ini merupakan salah satu cara untuk mendiversifikasi sumber dana guna pengembangan bisnis.
 
"Sumber dana dari pasar modal memberikan tenor jangka panjang sementara pinjaman dari bank lebih bersifat likuid dengan tenor di bawah tahun. Untuk diversifikasi," ujarnya.
 
Made menyebutkan saat pada akhir tahun lalu perseroan telah mendapat pinjaman dana dari bank khusus untuk unit usaha syariah sebesar Rp150 miliar.
 
(Faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Farodlilah Muqoddam

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top