Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMKOT SEMARANG Alokasikan Dana Perbaikan Jalan Rusak Rp8 Miliar

SEMARANG – Dinas Bina Marga Kota Semarang mengalokasikan dana Rp8 milliar untuk penambalan sejumlah jalan rusak akibat tingginya intensitas hujan di wilayah ini, demi keselamatan pengguna jalan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Januari 2013  |  18:55 WIB

SEMARANG – Dinas Bina Marga Kota Semarang mengalokasikan dana Rp8 milliar untuk penambalan sejumlah jalan rusak akibat tingginya intensitas hujan di wilayah ini, demi keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan perbaikan jalan rusak dengan cara penambalan itu mendesak untuk dilakukan mengingat saat ini kondisinya hampir 20% jalan di Kota Semarang sudah rusak, dan sangat berbahaya bagi pengendara, terutama sepeda motor.

“Pendataan yang kami lakukan dari akhir 2012 hingga pertengahan Januari 2013 ini, dari sepanjang 2.280 kilometer (km) jalan yang menjadi tanggungjawab kami, sekitar 16% diantaranya atau 364 km jalanan dalam kondisi rusak parah,” tuturnya, Senin (28/1/2013).

Pihaknya mengaku telah mengalokasikan total anggaran sepanjang 2013 mencapai Rp226 milliar, dengan rincian sebesar Rp8 milliar untuk pemeliharaan, dan selebihnya sekitar Rp218 milliar untuk peningkatan kapasitas jalan pada ruas-ruas jalan protokol dan kawasan pinggiran.

“Kami saat ini belum bisa melakukan penambalan secara maksimal mengingat intensitas hujan yang masih cukup tinggi, jadi harus menunggu musim hujan selesai agar pengerjaannya tidak sia-sia, meskipun tim sudah disiapkan 24 jam,” tuturnya.

Menurutnya selain menanti kondisi cuaca, juga sekalian menunggu selesainya proses lelang yang tengah disiapkan saat ini untuk penambalan jalan rusak tersebut.

Pihaknya berharap paling tidak akhir Februari atau awal Maret, penambalan jalan rusak di Kota Semarang sudah dapat dilakukan secara serentak dengan anggaran pemeliharaan Rp8 milliar tersebut.

“Yang bisa kami lakukan saat ini hanya memberikan papan peringatan bagi pengguna jalan agar berhati-hati, sesuai UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kami siapkan ratusan papan peringatan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

Sementara, Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan langkah yang dilakukan Bina Marga apabila belum ada penanganan  penambalan jalan dengan pemberian papan peringatan sudah benar, karena aturannya memang begitu.

“Namun kami mengingatkan kesadaran dari masyarakat sendiri juga harus dibangun untuk menjaga papan peringatan itu, mengingat beberapa kasus justru papan peringatan itu justru hilang diambil oknum tidak bertanggungjawab,” tuturnya. (k39/dot)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Puput Ady Sukarno

Editor : Endot Brilliantono

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top