Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penculik anak Nassar & Muzdalifah dicurigai terlibat kelompok garis keras

- Bisnis.com 28 Januari 2013  |  15:47 WIB
JAKARTA-- Polda Metro Jaya mencurigai tersangka kasus penculikan putri pasangan penyangi dangdut Nassar dan Muzdhalifah terlibat keanggotaan jaringan garis keras.
 
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Rikwanto mengatakan dugaan tersebut timbul karena berdasarkan olah tkp, kepolisian menemukan barang bukti yang mengarah ke praktik tersebut.
 
Dari kontrakan tersangka FA yang menjadi lokasi penyekapan Siti Nurjanah, polisi menemukan tang besar untuk membuka gembok pagar, beberapa buku bertema religi, laptop yang berisi file cara membuat bom dan merampok bank, tiga plastik potassium, dan cairan kimia.
 
"Ini tidak terkait dengan penculikan. Kami bekerja sama dengan Densus untuk mendalami penemuan tersebut. Kemungkinan tersangka anggota garis keras atau teror," papar Rikwanto, Senin (28/1/2013).
 
Rikwanto menambahkan Densus akan berusaha mengungkap benang merah keterkaitan penculik Nana dengan beberapa kelompok garis keras, berhubungan dengan siapa, lokasi bekerja, dan tujuan kegunaan barang-barang tersebut.
 
Selain itu, lanjutnya, kepolisian menduga tersangka membutuhkan dana dalam jumlah besar untuk tujuan tertentu. Upaya yang dilakukan untuk mendapatkan dana tersebut melalui perampokan bank dan toko perhiasan.
 
"Bisa saja ada keterkaitan ke sana, sebagai salah satu cara memeroleh dana dalam jumlah besar. Tetapi, kami harus membuktikan pendalamannya," tegas Rikwanto.
 
Tersangka AS, pelaku penculikan Nana yang lain, masih berstatus buron yang diburu Polda Metro Jaya. (faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top