Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONFLIK LAHAN: 4 LSM Desak Pencopotan Kapolres Ogan Ilir

JAKARTA--Empat organisasi petani dan lingkungan Sumatra Selatan mendesak pencopotan Kapolres Ogan Ilir AKBP Denni Dharmapala terkait dengan dugaan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap masyarakat Desa Betung saat melakukan acara Maulid Nabi Muhammad
- Bisnis.com 28 Januari 2013  |  11:45 WIB

JAKARTA--Empat organisasi petani dan lingkungan Sumatra Selatan mendesak pencopotan Kapolres Ogan Ilir AKBP Denni Dharmapala terkait dengan dugaan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap masyarakat Desa Betung saat melakukan acara Maulid Nabi Muhammad di lahan sengketa dengan PTPN VII Cinta Manis.

Desakan itu disampaikan oleh Walhi Sumatra Selatan, Serikat Petani Indonesia, Serikat Petani Sriwijaya dan Sarekat Hijau Indonesia.

Direktur Walhi Sumsel Anwar Sadat mengatakan kejadian itu berlangsung ketika warga Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir, menggelar ritual Maulid Nabi Muhammad di atas lahan sengketa pada 25 Januari 2013.

Pada  pukul 15.30, aparat kepolisian Polres Ogan Ilir, Kodim, Pemda Ogan Ilir mendatangi warga yang berjumlah sekitar 200 orang, yang terdiri dari perempuan, laki-laki, dan anak-anak, yang telah berada di dalam musola. Kemudian Kapolres AKBP Denni Dharmapala menyatakan pihaknya ingin mengetahui siapa pemilik lahan, namun warga menjawab mereka semua adalah pemilik lahan.

"Kapolres menekankan dua pilihan ke masyarakat, meninggalkan lahan atau polisi melakukan tindakan hukum jika tetap berada di lahan," kata Sadat, menirukan perkataan Kapolres, dalam keterangannya, Senin (28/01/2013).

"Terjadi silang pendapat, dan Kapolres menekankan bahwa masyarakat telah melawan hukum," paparnya.


Menurut Catatan Walhi,  terdapat lima korban yang dianiaya yakni Ali Aman, Asmadi, Syakfan, Samron dan Yuden. Sementara warga yang ditangkap dan dibawa ke Polres Ogan Ilir adalah Suardi.

"Kapolda segera mencopot Kapolres Ogan Ilir karena mengulangi kejahatan terhadap rakyat. Yang bersangkutan juga penanggung jawab dalam tragedi berdarah 27 Juli 2012 di Desa Limbang Jaya yang menyebabkan meninggalnya Angga bin Darmawan, 13 tahun," kata Sadat.

Selain itu, empat organisasi sipil itu juga meminta Polres Ogan Ilir untuk membebaskan warga yang ditangkap oleh aparat. Mereka juga meminta agar tanah-tanah yang dimiliki PTPN VII dan bersengketa dengan warga, agar dikembalikan ke masyarakat. (if)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top