Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI OBAT: Produsen di AS Harus Beberkan Aliran Uang Ke Dokter

News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Januari 2013  |  00:19 WIB
WASHINGTON: Peraturan baru di AS akan memaksa perusahaan pembuat obat dan perangkat medis untuk secara terbuka mengungkapkan uang yang dibayarkan kepada dokter agar pasien sadar konflik kepentingan yang dapat mempengaruhi kesehatan mereka.
 
Juru bicara Centers for Medicare and Medicaid Services Brian Cook mengatakan bahwa aturan terakhir ini, ketentuan dalam regulasi kesehatan Presiden Barack Obama yang lebih dari satu tahun terlambat, direncanakan akan segera dirilis.
 
Dengan peraturan itu perusahaan harus mempublikasikan pembayaran kepada dokter untuk penelitian dan jasa konsultasi.
 
Aturan ini akan jadi yang pertama yang memungkinkan pasien mengintip hubungan keuangan dokter dengan produsen obat, sesuatu yang telah diketahui secara umum namun ditutup-tutupi.
 
Pengungkapan secara publik ini dapat diperluas dengan pengawasan lebih lanjut untuk membantu Food and Drug Administration (FDA) memutuskan apakah akan menyetujui obat baru.
 
"Pertanyaannya adalah apakah ada sisa rasa kesukaan bagi perusahaan karena mereka membayar Anda [dokter di FDA]. Lebih banyak diungkapkan itu lebih baik," kata Sidney Wolfe, direktur kelompok penelitian kebijakan kesehatan pada Public Citizen.
 
Dokter yang kini duduk di panel penasehat FDA harus menginformasikan pada badan itu tentang konflik kepentingan. 
 
FDA menentukan kapan pengecualian konflik keuangan yang mungkin penting dan tetap menjaga rahasia antara dokter dan perusahaan, termasuk dari anggota panel.
 
Setidaknya 12 produsen obat, termasuk Pfizer Inc dan Johnson & Johnson, telah mulai untuk mengungkapkan kepada publik dalam mengantisipasi peraturan baru itu. (Bloomberg/mtb/ra) 
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top