Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAWASAN INDUSTRI di Jateng tahun ini bertambah 4 unit

SEMARANG – Ketertarikan para investor untuk menanamkan modalnya di Jateng bakal semakin meningkat, menyusul segera dibangunnya empat kawasan industri baru di provinsi ini.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Januari 2013  |  19:37 WIB

SEMARANG – Ketertarikan para investor untuk menanamkan modalnya di Jateng bakal semakin meningkat, menyusul segera dibangunnya empat kawasan industri baru di provinsi ini.

Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng Yuni Astuti mengatakan selama ini Jateng masih sangat kekurangan adanya kawasan industri. Kondisi cukup menyulitkan sejumlah investor yang akan ekspansi bisnisnya di provinsi karena terkendala susahnya mencari lahan.

“Namun hal itu tidak akan berlangsung lama karena mendapatkan lahan industri di Jateng semakin mudah bahkan mulai tahun ini akan ada sekitar empat kawasan industri baru yang akan dibangun di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Jateng,” tuturnya kepada Bisnis, Minggu (27/1/2013).

Dia mengatakan, empat kawasan industri yang bakal hadir itu antara lain, satu di Kabupaten Demak seluas 300 hektare (ha) yang akan dibangun oleh PT Mitra Bumi Dadi Mukti, satu di Kabupaten Grobogan yang dibangun oleh PT Azam Laksana Intan Buana seluas sekitar 100 ha.

“Satu di Kabupaten Boyolali, sekitar 300 ha yang saat ini sedang di susun masterplan dan Detail Engineering design (DED)-nya dengan dibiayai oleh Pemerintah Korea Selatan, karena rencanannya akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Boyolali,” tuturnya

Selain itu, lanjutnya kawasan industri keempat yakni di Kabupaten Kendal, yang rencananya akan direalisasikan oleh Jabbabeka dengan luasan sekitar 500 ha. “Dengan hadirnya Jabbabeka di Kendal ini, harapannnya akan semakin mendorong kinerja investasi di Jateng lebih baik lagi,” tuturnya. (k39/dot)

FOTO: Google Image


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Puput Ady Sukarno

Editor : Endot Brilliantono

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top