Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI MIGAS: Australia temukan deposit minyak senilai US$21 triliun

SYDNEY-- Perusahaan sumber daya mineral Australian Linc Energy mengatakan, pihaknya telah menemukan deposit minyak yang sangat besar di pedalaman yang luas pada Kamis, yang oleh para pejabat diperkirakan senilai A$20 trilliun  (US$21 triliun).Linc
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Januari 2013  |  04:50 WIB

SYDNEY-- Perusahaan sumber daya mineral Australian Linc Energy mengatakan, pihaknya telah menemukan deposit minyak yang sangat besar di pedalaman yang luas pada Kamis, yang oleh para pejabat diperkirakan senilai A$20 trilliun  (US$21 triliun).

Linc mengatakan dua tinjauan independen dari tiga deposito di cekungan Arckaringa Australia Tengah, memperkirakan terdapat sampai dengan 233 miliar barel minyak terkandung dalam batuannya.

Namun, para pejabat memperingatkan bahwa itu terlalu dini untuk mengatakan apakah minyak tersebut dapat menjadikan suatu keuntungan.

"Analisis yang disajikan dalam laporan menunjukkan bahwa keberadaan Stuart Range dan Boorthanna serta formasi Pra-Permian yang kaya minyak dan rawan gas kerogen yang mungkin dapat membentuk dasar dari peran serpih minyak yang kaya akan cairan baru," kata Linc dalam sebuah pernyataan kepada bursa efek Australia.

Linc mengatakan telah menunjuk Bank Barclay untuk menemukan mitra usaha patungan dengan keahlian serpih minyak untuk membantu mengembangkan deposit yang digambarkan sebagai "kelas dunia" dan sebanding dengan proyek di AS yakni Bakken dan Ford Eagle.

Tom Koutsantonis, menteri pertambangan negara bagian Australia Selatan, di mana merupakan lokasi deposit tersebut mengatakan jumlah itu cukup untuk menjadikan Australia sebagai eksportir murni.

Minyak mentah, kondensat dan gas minyak cair yang terjadi secara alamiah, menyumbang enam persen dari produksi total energi Australia, tapi mempunyai andil 40% dari konsumsi, menurut data terbaru.

Biro ekonomi sumber daya mineral Australia memperkirakan bahwa impor minyak akan meningkat 2,1 persen rata-rata per tahun dalam dekade hingga 2050.(Antara/AFP/msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top