Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI AS: Kenaikan pagu utang ditunda

- Bisnis.com 24 Januari 2013  |  17:47 WIB
WASHINGTON: House of Representatives (the House) Amerika Serikat (AS) menyetujui kenaikan pagu utang, tapi menundanya hingga 19 Mei 2013 dalam pengambilan suara (vote) pada Kamis (24/1/2013).
 
Sebanyak 285 anggota dewan perwakilan rakyat itu menyetujui penundaan, sedangkan 144 lainnya menolak. Keputusan tersebut harus disahkan oleh Senat sebelum diserahkan kepada Presiden AS Barack Obama.
 
Sebanyak 199 anggota dari Partai Republik dan 86 anggota dari Partai Demokrat mendukung keputusan tersebut, sedangkan 33 anggota dari Republik dan 111 anggota dari Demokrat menolaknya.
 
“Alasannya cukup sederhana. Awalnya dikatakan tidak akan ada kenaikan pagu utang untuk jangka panjang sampai ada rencana jangka panjang untuk menangani krisis fiskal yang dihadapi negara kita,” kata Juru Bicara the House John Boehner.
 
Para anggota the House dari Republik membantah telah menyerah untuk memangkas anggaran federal. “Ini adalah langkah pertama dari upaya untuk membawa fiskal yang bertanggung jawab ke Washington,” ujar Boehner, yang berasal dari Republik.
 
Dengan keputusan ini, Partai Republik tidak akan disalahkan jika AS mengalami gagal bayar (default) untuk jangka pendek. Oposisi pemerintah ini berencana untuk fokus dalam agenda fiskal lain yang tenggat waktu pembahasannya juga sudah tipis.
 
Pada 1 Maret 2013, pembahasan pemangkasan anggaran otomatis kembali dimulai setelah ditunda sejak 1 Januari 2013. Menteri Keuangan AS Timothy Geithner juga telah menyatakan tidak sanggup membiayai pemerintahan mulai Maret tanpa utang federal baru.
 
Dengan kebijakan Kongres ini, pemerintah akan diizinkan untuk secara otomatis menaikkan pagu utang pada 19 Mei guna melunasi utang yang ditalangi Kementerian Keuangan selama 3 bulan saat kenaikan pagu utang ditunda.
 
“Presiden percaya apa yang perlu kita lakukan, sebagai negara, adalah bertanggung jawab dan membayar utang-utang kita tanpa drama atau penundaan,” kata Sekretaris Media Gedung Putih Jay Carney setelah keputusan tersebut disahkan.
 
Carney mengatakan vote tersebut mencerminkan perubahan fundamental dalam strategi the House. “Idealnya kami akan memperpanjang atau menaikkan pagu utang untuk jangka waktu yang lama,” kata Carney.  (Bloomberg/ra)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top