Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAPAL TERBALIK: 19 Geologist Jadi Korban, 1 Orang Tewas

SAMARINDA--Sebuah kapal kayu yang ditumpangi 19 orang tim Geologist terbalik dihantam ombak setinggi 3,5 meter, di Perairan muara berau, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Januari 2013  |  16:29 WIB

SAMARINDA--Sebuah kapal kayu yang ditumpangi 19 orang tim Geologist terbalik dihantam ombak setinggi 3,5 meter, di Perairan muara berau, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar).

Dari 19 orang di dalam kapal tersebut, satu di antaranya meninggal dunia yakni Fahmi Idris (36) warga pendatang asal Bandung, Jawa Barat, yang tinggal di Perumahan Bukit Pinang, Samarinda.

Fahmi diketahui bekerja sebagai Leader di PT Geometerice. Bersama ke-13 rekan kerjanya dia hendak melakukan pemeriksaan sample batubara di Muara Berau dengan kapal kayu yang disewa oleh PT Geometerice yang diawaki 3 Anak Buah Kapal (ABK).

Selain 14 karyawan PT Geometerice, ada dua penumpang lain dari PT Inspectorat yang juga ikut menumpang.

Mereka berangkat dari Pelabuhan Jembatan Mahakam II, Samarinda, Selasa pagi (22/1/2013) sekitar pukul 05.00 Wita menuju Muara Berau.

Ruslan, pemilik kapal saat ditemui di KP3 Pos Pelabuhan Samarinda menjelaskan kapal berkapasitas 19 penumpang, dengan bobot berat yang bisa diangkut sebesar 20 ton.

Kapal tersebut sudah disewa oleh PT Geometerice selama 7 tahun.

“Seharusnya, hanya 17 orang saja yang di dalam kapal itu. Yaitu, 14 karyawan PT Geometerice dan 3 ABK kapal. Tapi ternyata ada 2 penumpang lain dan itu saya sama sekali tidak tahu,” jelasnya.
 

Ketika berangkat kapal tidak ada hambatan dan para karyawan berhasil memeriksa sample di kapal tongkang.

Namun dalam perjalanan, kapal yang ditumpangi 19 orang tersebut dihantam ombak laut setinggi 3,5 meter.

“Itu berdasarkan keterangan ABK kapal saya. Akibat terhantam ombak, kapal saya terbalik,” ujarnya.

Dia mengatakan biasanya, perjalanan menuju Muara Berau bisa ditempuh dengan waktu paling cepat 6 jam. Tapi apabila cuaca buruk, jarak tempuh bisa mencapai 8–10 jam.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda Kompol Harun Purwoko mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Untuk tindakan yang dilakukan saat ini, pihaknya sudah melakukan evakuasi dan membawa sejumlah saksi termasuk pemilik kapal ke Mapolsek Kawasan Pelabuhan.

“Tapi belum kami mintai keterangan, karena mereka masih trauma. Tetapi yang jelas, dari 19 penumpang hanya satu yang tewas, sedangkan lainnya selamat,” katanya.

Kepala Cabang Lap PT Geometerice Samarinda Zainal Affandi menjelaskan pihaknya sempat mendapatkan pesan singkat dari Fahmi sebelum insiden kapal terbalik terjadi.

Isi pesan tersebut bertuliskan kalau kapal yang mereka tumpangi diterjang ombak dan terbalik dan meminta bantuan.

"Pesan itu tak hanya dikirim ke saya, tapi juga ke semua rekan kerja lainnya,” ucapnya.

Mereka, lanjutnya, ditugaskan untuk mengambil sample di tongkang batubara sebelum dipindahkan ke dalam kapal. Saat bertugas, semuanya memakai baju pelampung.

“Kami masih menunggu hasil laporannya dari pihak penyidik. Tapi pada intinya semuanya pakai baju pelampung,” katanya.

Rencana, oleh pihak keluarga jasad Fahmi akan dikebumikan di Bandung, tempat ibunya. (K46) (Foto: regional.kompas.com)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhamad Yamin

Editor : Wiwiek Dwi Endah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top