Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPSI KEMENDIKNAS: KPK Diminta Perluas Penyidikan

JAKARTA—Indonesian Corruption Watch meminta Komisi Pemberantasan Korupsi memperluas pemeriksaan dan penyidikan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran Inspektorat Jenderal (Itjen) Departemen Pendidikan Nasional Tahun
- Bisnis.com 22 Januari 2013  |  22:19 WIB

JAKARTA—Indonesian Corruption Watch meminta Komisi Pemberantasan Korupsi memperluas pemeriksaan dan penyidikan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran Inspektorat Jenderal (Itjen) Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009, menyusul ditahannya tersangka MS, mantan Irjen Kemendiknas oleh KPK kemarin.

Peneliti ICW Siti Juliantari Rachman mengatakan penangkapan MS dinilai terlalu lamban, mengingat dia telah menjadi tersangka sejak tahun 2011 lalu.

Dia mengatakan paska penangkapan itu, KPK juga harus segera memperluas penyidikan ke pihak lain, yang juga kemungkinan terlibat dalam kasus tersebut, sebagai saksi untuk mencari kemungkinan pelaku lainnya.

"Bahkan, kasus ini juga dimungkinkan untuk memeriksa Menteri, karena pada dasarnya menteri mendapatkan laporan dari Irjen yang berada langsung dibawahnya," ujarnya hari ini,  Selasa (22/1/2013).

Selain itu, Tari mengatakan kasus dugaan korupsi itu juga telah merugikan negara cukup besar, yaitu sekitar Rp39 miliar dalam pengelolaan anggaran Itjen Kemendiknas 2009 lalu.

Menurutnya, dengan angka penyelewengan yang besar itu, aka sangat besar kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang, sehingga diharapkan KPK segera dapat menindak pelaku tersebut secepatnya.

Bahkan, katanya, KPK juga diminta menindaklanjuti temuan yang memanipulasi data perjalanan dinas pegawai, yang kejadiannya masih terjadi dalam tahun selanjutnya.

"Di 2010 saja, BPK masih menemukan dugaan korupsi penyelewengan anggaran dinas perjalanan ini. Karena itu kami harap KPK terus mendalami kasus ini, hingga semua yang terlibat dapat ditindak," tambahnya.   (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top