Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JOKOWI: 628 Unit Transjakarta baru digelontorkan ke jalan

JAKARTA—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menambah 628 unit armada Transjakarta untuk maksimalkan pelayanan angkutan publik.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Januari 2013  |  16:21 WIB

JAKARTA—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menambah 628 unit armada Transjakarta untuk maksimalkan pelayanan angkutan publik.

Dari total itu, 102 unit sudah mulai beroperasi sejak awal tahun ini, meliputi 66 unit bus asal China Zhong Tong di koridor I Blok M – Kota dan sisanya mengisi kekurangan koridor Transjakarta yang lain.

Kemudian sampai akhir 2013, Pemprov akan membeli 450 armada meliputi 150 unit armada bus gandeng dan 300 unit armada bus single. Adapun 76 unit sisanya akan dibeli oleh operator Transjakarta.

“Selama ini, sudah ada 524 bus, tapi tahun ini ditambah 102 unit, tambah 150 bus gandeng, tambah 300 bus single, dan tambah 76 bus dari swasta,” ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di sela-sela launching e-ticketing Transjakarta di Monas, Selasa (22/1/2013).

Dengan bertambahnya armada itu berarti total bus Transjakarta yang tersedia 1.152 unit sampai akhir tahun. Jumlah ini mendekati kebutuhan ideal sehingga angkutan umum yang disediakan Pemprov DKI bisa memberi pelayanan masyarakat lebih baik.

Selain itu, pihak swasta juga berkomitmen untuk menambah armada metro mini dan Kopaja integrasi Transjakarta hingga 1.000 unit sampai akhir tahun, sehingga bus yang sudah rusak diganti dengan yang baru.

Jokowi menambahkan jika angkutan umum bus kota sudah rampung,  Pemprov akan memikirkan transportasi publik lain berupa monorail dan Mass Rapid Transit (MRT).

Dia menuturkan akan segera memutuskan rencana proyek dua moda transportasi itu dalam waktu 6 hari.  “Busnya rampung seluruhnya, saya segera putuskan monorail dan MRT dalam waktu enam hari ini,” terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono menjelaskan pengguna angkutan umum DKI masih sangat kecil. Dari 24 juta perjalanan per hari, hanya 20% yang manfaatkan angkutan umum atau 4,8 juta perjalanan per hari.

Sisanya sekitar 4,34 juta perjalanan (18,02%) menggunakan kendaraan mobil pribadi, sebanyak 9,61 juta perjalanan (39,94%) menggunakan sepeda motor dan 5,29 juta perjalanan (22%) menggunakan non motor. (msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Akhirul Anwar

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top