Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILKADA SULSEL 2013: Ilham Resahkan Politik Uang, Syahrul Bilang Proses Hukum Saja

MAKASSAR-Calon Gubernur Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin menyatakan keresahan atas adanya praktek money politic (politik uang) yang terjadi di berbagai titik.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Januari 2013  |  14:27 WIB

MAKASSAR-Calon Gubernur Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin menyatakan keresahan atas adanya praktek money politic (politik uang) yang terjadi di berbagai titik.

“Sangat parah, ini sesuatu yang tidak bagus dan mencederai demokrasi,”katanya usai mencoblos di TPS 10 Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, Selasa pagi (22/1).

Menurutnya, praktek money politic yang terjadi di Kabupaten Toraja, Bone, Wajo dan beberapa kabupaten lainnya, bahkan di Kota Makassar seperti di Kecamataan Biringkanaya dan Manggala telah terjadi saat dini hari.

Dia menyebutkan, berdasarkan laporan dari Tim Pasangan Ilham-Aziz (IA) di berbagai daerah, seperti di Kabupaten Toraja ditemukan uang senilai Rp100 juta oleh oknum camat setempat dan telah dijadikan barang bukti.

Selain itu, di Kecamataan Pamana, Kabupaten Wajo beras 100 ton diangkut dengan beberapa mobil truk untuk didistribusikan ke sejumlah pemilih untuk memilih diduga kandidat tertentu.

Sementara di Makassar di dua Kecamataan juga terjadi ‘serangan fajar’ yakni Biringkanaya ditemukan gula satu truk dan Kecamatan Manggala sembako dan sarung yang siap dibagikan ke warga.

Kandidat incumbent Syahrul Yasin Limpo usai mencoblos di TPS 01 Kecamatan Sariwegading, Kecamatan Ujungpandang, Makassar, mengatakan, bila ditemukan politik uang dalam pilkada sebaiknya diproses hukum.

“Saya berharap orang Sulsel tidak melakukan hal seperti itu. Politik uang harus diatasi. Ini peradilan rakyat dan masyarakat sudah cerdas, rakyat tidak ingin dibeli dengan sarung dan beras,  saya hanya pasrah saja,” tuturnya. (antara/yus)
 
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top