Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEK POLRI DISOROT: Wah! Harga Kuda Dianggarkan Rp468 Juta/Ekor

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi diminta mengawasi dan mencermati Proyek Pemanfaatan Optimalisasi Untuk Penguatan Sarana Prasarana (POUPSP) Polri tahun anggaran 2013 senilai Rp1,8 triliun.
Tomy Sasangka
Tomy Sasangka - Bisnis.com 22 Januari 2013  |  07:14 WIB

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi diminta mengawasi dan mencermati Proyek Pemanfaatan Optimalisasi Untuk Penguatan Sarana Prasarana (POUPSP) Polri tahun anggaran 2013 senilai Rp1,8 triliun.

Sebab sangat banyak kejanggalan di dalam proyek ini terutama dalam penetapan harga dan manfaat barang yang hendak dibeli.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S.Pane mencontohkan harga kuda yang akan dibeli Polri misalnya mencapai Rp468 juta per ekor.

Lalu, harga anjing Rp150 juta per ekor, perahu karet Rp156 juta per unit, laptop Rp28 juta per unit, eksternal hardisk Rp7 juta, kendaraan SAR darat Rp2,7 miliar per unit dan lain-lain.

“Harga kuda yang sama dengan harga mobil mewah itu akan dibeli Polri sebanyak 20 ekor dan anjing 90 ekor. Untuk perahu karet Polri akan membeli 200 unit,” katanya dalam siaran pers, Senin malam (21/1).

Dia menuturkan Anggaran Proyek POPSP itu sendiri di luar anggaran Polri tahun 2013 sebesar Rp43,4 triliun. Proyek POPSP ini merupakan anggaran tambahan yang sudah disetujui DPR pada November 2012 lalu.

Dalam waktu dekat akan dilakukan berbagai pelelangan untuk proyek POPSP ini. Diperkirakan ada 69 item proyek pengadaan di dalam POPSP.

IPW mengimbau KPK segera mengawasi proyek POPSP ini secara ketat, dengan cara menurunkan tim pencegahan korupsi maupun tim investigasi. Tujuannya agar jangan sampai oknum-oknum DPR ikut cawe-cawe dalam proyek ini.

“Selain itu proyek senilai Rp1,8 triliun ini agar tidak menjadi arena kolusi, korupsi, dan nepotisme baik di internal maupun eksternal Polri,” tegasnya. (yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top