Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

POLUSI UDARA: Beijing Batasi Emisi Kendaraan

BEIJING-Pemerintah Kota Beijing mengusulkan aturan yang memungkinkan penutupan pabrik-pabrik dan pelarangan penggunaan mobil jika jumlah asap yang menutupi langit Ibu Kota China itu mencapai level yang berbahaya.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Januari 2013  |  16:55 WIB

BEIJING-Pemerintah Kota Beijing mengusulkan aturan yang memungkinkan penutupan pabrik-pabrik dan pelarangan penggunaan mobil jika jumlah asap yang menutupi langit Ibu Kota China itu mencapai level yang berbahaya.

 

Pemkot mempublikasikan draf aturan itu melalui laman resminya pada Sabtu (19/1) dan memberikan waktu kepada masyarakat untuk memberi tanggapan hingga 8 Februari 2013.(foto: wikipedia.org)

 

Berdasarkan draf tersebut, supir kendaraan akan dikenakan sanksi sebesar 3.000 yuan atau US$482 jika emisi kendaraan mereka melampaui batas yang ditetapkan. Pemkot juga menyatakan tidak akan mengizinkan pembangunan pabrik semen dan baja yang baru.

 

Menurut pemkot, draf ini adalah salah satu upaya untuk mengatasi polusi udara di Beijing yang pada pekan lalu telah mencapai level tertingginya sepanjang sejarah dan 40 kali lebih tinggi dari batas yang dianjurkan oleh WHO.

 

Media setempat melansir keraguan dari para pengamat lingkungan hidup di Beijing bahwa aturan tersebut akan berhasil.

 

“Aturan baru saat polusi di Beijing telah mencapai level yang ekstrim sepertinya tidak akan efektif sebagaimana aturan sebelumnya,” kata Global Times, media milik negara, dalam sebuah artikel yang dimuat pada Senin (21/1). (achmad puja rahman altiar/yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top