Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LAUT CHINA SELATAN: China Marah Atas Dukungan AS Terhadap Jepang

TOKYO-Amerika Serikat  memperkeruh hubungan antara Jepang dan China, menyusul tanggapan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton terkait konflik wilayah antara dua negara tersebut.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Januari 2013  |  16:22 WIB

TOKYO-Amerika Serikat  memperkeruh hubungan antara Jepang dan China, menyusul tanggapan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton terkait konflik wilayah antara dua negara tersebut.

 

China mengkritik tanggapan Clinton, yang mengatakan pihaknya menentang semua upaya untuk mengusik pemerintahan Jepang di sebuah kepulauan di Laut China Timur, yang dinamakan Senkaku oleh Jepang dan Diaoyu oleh China.

 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Qin Gang di laman resmi kementerian mengatakan komentar itu tidak menghiraukan fakta-fakta. Koran China’s People Daily pada Senin (21/1) mengatakan AS seharusnya tidak tersandera oleh Jepang.

 

Konflik ini sempat kembali memanas pada Desember 2012 saat China dan Jepang mengirim pesawat jet tempur untuk saling mengawasi di wilayah tersebut. Pada Senin (21/1), Penjaga Pantai China menyatakan telah mengirim tiga kapal pengawas di wilayah laut kepulauan itu.

 

Dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida pada Jumat (18/1) di Washinton, Clinton mengatakan negaranya tidak memihak dalam konflik ini, tapi dia mengakui klaim Pemerintahan Jepang atas kepulauan tersebut.

 

“Kami mengakui kepulauan itu ada di bawah Pemerintahan Jepang dan kami menentang segala tindakan yang ingin mengusik Pemerintahan Jepang. Kami mendesak semua pihak untuk mengambil langkah yang diperlukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan menyelesaikan perselisihan dengan jalan damai,” kata Clinton.

 

Pernyataan itu langsung memicu amarah China, yang sebelumnya sempat menyatakan ingin menyelesaikan sengketa wilayah dengan damai. Sebelum konferensi pers itu, Qin mengatakan perselisihan dengan Jepang seharusnya diselesaikan lewat diskusi.(achmad puja rahman altiar/yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top