Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS KIM ENG: Usul Penambahan Modal Dasar Ditolak

JAKARTA: Kuasa hukum termohon PT Buana Prima Adhiutama menilai permintaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Kim Eng Securities  untuk penambahan modal sangat fantastis dan tidak masuk akal.
- Bisnis.com 21 Januari 2013  |  20:49 WIB

JAKARTA: Kuasa hukum termohon PT Buana Prima Adhiutama menilai permintaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Kim Eng Securities  untuk penambahan modal sangat fantastis dan tidak masuk akal.

“Usulan penambahan modal dasar yang diajukan pemohon untuk menyelenggarakan RUPSLB amat sangat fantatis dan tidak masuk akal, bahkan terkesan mengada-ada untuk maksud tertentu hendak menguasai perseroan dengan cara yang tidal lazim,”ungkap kuasa hukum PT Buana Prima Adhiutama, Bungaran Sitanggang dalam duplik dalam perkara permohonan No.573/Pdt.P/2012/PN.Jkt.Sel di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Senin (21/1/2013).

Penegasan itu disampaikan Bungaran menanggapi pemberitaan surat kabar harian Bisnis Indonesia, hari ini (Senin 21/1/2013), tentang diajukannya permohonan RUPSLB ke 3  karena termohon II, PT Buana Prima Adhiutama sebagai pemegang saham minoritas tidak setuju untuk peningkatan modal dasar dan modal disetor perseroan dan perubahan nama perseroan, sedangkan termohon I, Kim Eng Holding Limited menyatakan setuju dengan keinginan pemohon tersebut.

Menurutnya, modal dasar yang tercatat dalam perseroan PT kim Eng Securities sesuai Akta No.94, tertanggal 28 Juli 2008 tercatat di hadapan Notaris Haryanto adalah Rp100 miliar yang terbagi menjadi 100 juta saham dengan nominal Rp1000 rupiah setiap lembarnya.

Modal dasar itu, lanjut  Bungaran, ditempatkan dandisetor sebesar Rp50 miliar dengan rincian disetor termohon II sebesar Rp10 miliar atau 10 juta lembar saham dan termohon I menyetor Rp40 miliar atau 40 juta lembar saham. “Dengan demikian, saham yang masih dalam simpanan perseroan tercatat Rp50 miliar atau 50 juta lembar saham.”

Nilai saham dalam simpanan perusahaan, tambah kuasa termohon II itu, masih signifikan dan secara tiba-tiba pemohon mengusulkan penambahan modal dasar dari Rp100 miliar menjadi Rp300 miliar. “Jika penambahan modal itu terbuka dengan segala rencana dan program yang jelas masih dimungkinkan untuk dipertimbangkan.” (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top