Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bunga Kredit Modal kerja naik, Pengembang Kecil Kewalahan

- Bisnis.com 21 Januari 2013  |  18:59 WIB
JAKARTA-- Pengembang skala kecil akan semakin kewalahan jika pihak perbankan jadi menaikkan suku bunga kredit modal kerja dan investasi pada kuartal I/2013.
 
Eddy Ganefo, Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi), mengatakan selama ini sekitar 70% dana yang digunakan pengembang kecil untuk membangun suatu proyek berasal dari pinjaman bank berupa kredit konstruksi.
 
"Sumber dana internal pengembang skala kecil tersebut tentu tidak sekuat pengembang besar, sehingga jika suku bunga kredit modal kerja atau kredit konstruksi jadi dinaikkan, bisa kewalahan karena harga rumahnya naik dan belum tentu konsumennya mampu menyerap," terangnya kepada Bisnis, Minggu (20/1).
 
Dia menambahkan, sebenarnya kenaikan tersebut tidak akan menjadi masalah bagi pengembang rumah bersubsidi, karena mereka mendapatkan kredit konstruksi yang diambilkan dari dana FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)Kementrian Perumahan Rakyat dengan bunga sekitar 8%-9%.
Sebelumnya, prediksi meningkatnya tekanan inflasi akibat berubahnya Tarif Dasar Listrik dan rencana pembatasan subsidi Bahan Bakar Minyak diperkirakan akan mendorong naiknya suku bunga kredit modal kerja dan kredit investasi, baik dalam rupiah maupun valuta asing, pada kuartal I/2013.
 
Dalam Survei Perbankan Triwulan I/2013 Bank Indonesia (BI) yang dirilis pekan ini, bank sentral mengatakan meningkatnya tekanan inflasi membuat cost of loanable funds, atau biaya dana yang dioperasionalkan oleh perbankan untuk memeroleh pendapatan, juga diperkirakan mengalami kenaikan.
Hal ini kemungkinan mendorong bank menaikkan suku bunga kreditnya mulai kuartal pertama tahun ini. Survei Perbankan dilakukan oleh BI terhadap 42 bank umum yang berkantor pusat di Jakarta, dengan pangsa pasar sekitar 80% dari nilai total kredit bank umum secara nasional.
 
(faa)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top