Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARY TANOE KELUAR DARI NASDEM: "Kami adalah sahabat Tapi secara politik ada perbedaan"

- Bisnis.com 21 Januari 2013  |  17:09 WIB
JAKARTA--Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem, Hary Tanoesudibjo menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan partai peserta Pemilu 2014 tersebut karena adanya perbedaan pendapat antara dirinya dengan pendiri partai, Surya Paloh. 
 
Pernyataan pengunduran diri tersebut diikuti jajaran petinggi partai seperti Sekjen, Ahmad Rofik, Wasekjen, Saiful Haq, dan Ketua Bidang Internal, Endang Tirtana.   
 
Meski tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya, HT mengaku tidak ada konflik di tubuh Partai Nasdem. Menurutnya, apa yang terjadi adalah perbedaan pendapat antara dirinya bersama kelompok kalangan muda yang telah ikut membesarkan partai, dengan Surya Paloh sebagai pendiri ormas Nasdem yang kemudian membentuk Partai Nasdem.
 
Ketika menjawab pertanyaan wartawan apakah dirinya mundur karena ambisi Surya Paloh untuk menjadi Ketua Umum Partai Nasdem, HT mengelak menjawabnya. Akan tetapi HT menyatakan pemimpin masa depan tidak boleh orang yang punya ambisi karena yang dibela adalah rakyat.
 
"Kalau saya tanya, yakin tidak kita ada masalah? Kalau pemimpin masa depan ambisi itu percuma karena yang dibela adalah rakyat. Kita perlu bergarak bersama-sama agar rakyat bisa lebih maju," ujarnya didamping sejumlah petinggi partai lainnya. 
 
Menurutnya, dirinya telah melakukan apa yang terbaik buat partai, mulai dari pikiran, dana, sampai tenaga. Dengan segala kontribusinya itu, HT bangga karena pada akhirnya Partai Nasdem lolos dari verifikasi Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU) sehingga berhak ikut Pemilu 2014 sebagai satu-satunya partai baru.
 
Menurutnya, Partai Nasdem sudah berkembang dengan baik dan mayoritas pengurusnya berasal dari kalangan muda. Dengan struktur kepengurusan yang ada sekarang, HT menyatakan ingin mempertahankannya. Namun demikian Surya Paloh punya keinginan untuk merombaknya meski kalangan senior mendukung kepengurusan yang ada sekarang.
 
"Saya dengan pak Surya adalah sahabat, saya ngobrol bareng. Tapi secara politik ada perbedaan," ujarnya. Ketika ditanya apakah HT akan bergabung dengan Partai Gerindra seperti isu yang berkembang, HT membantahnya dan mengatakan dirinya belum pernah berkomunikasi dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
 
Ahmad Rofik mengatakan dirinya bersama Saiful Haq dan Endang Tirtana juga telah menyatakan mengundurkan diri. Menurutnya, pada awalnya Nasdem didirikan dengan sistem kepartaian, namun di tengah jaklan terjadi dinamika lain. 
 
"Kami meyakini dinamika ini potensi. Tapi perbedaannnya kalau tidak dikelola dengan baik, pilihannya apakah akan terus menerus konflik atau mengalah. Sikap ini kami ambil dan kami pergi bukan karena jabatan," ujarnya. Rofik pun belum memutuskan apakah akan bergabung dengan parpol lain setelah tidak menemukan kecocokan dengan Partai Nasdem.
 
Sementara, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem, Ferry Murisadan Baldan menyayangkan keluarnya HT dan pimpinan lainnya dari Partai Nasdem. Menurutnya, pilihan tersebut merupakan hak politik setiap orang dan didasarkan pada pilihan yang sadar. 
 
"Kami menyayangkan tapi tak berhak melarang apalagi menghalangi," ujar Ferry ketika dimintai pendapatnya terkait dinamika itu.
 
Menurutnya, pada era reformasi ini salah satu kebebasan yang diperoleh adalah mendirikan partai atau menjadi anggota partai. Dengan demikian setiap orang harus menghormati pilihan orang lain.
 
"Secara hukum tidak ada kekuatan apapun untuk memaksa orang untuk masuk atau keluar partai. Jika seorang berpartai maka hal itu benar-benar pilihan sadar," ujarnya. 
 
(Faa)
 
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top