Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMPROV KALBAR: Angka IPM Rerata 0,72% Per Tahun Selama 2008-2012

BENGKAYANG, Kalbar--Pemerintah provinsi Kalimantan Barat mengungkapkan Indeks Pertumbuhan Manusia (IPM) di wilayah itu selama periode 2008-2012 mencapai rerata 0,72% per tahun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Januari 2013  |  06:42 WIB

BENGKAYANG, Kalbar--Pemerintah provinsi Kalimantan Barat mengungkapkan Indeks Pertumbuhan Manusia (IPM) di wilayah itu selama periode 2008-2012 mencapai rerata 0,72% per tahun.

Meskipun masih dibawah angka IPM nasional, namun pertumbuhan tersebut tergolong cepat dibandingkan daerah lain.

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengatakan khusus di bidang Kesehatan, berbagai hal telah mengalami peningkatan.

Hal itu terlihat dari beberapa indikator dasar a.l angka harapan hidup selama kurun waktu 2008-2012 mengalami peningkatan 0,23%, termasuk dalam kategori pertumbuhan sedang,” katanya, Minggu (20/1/2013).

Secara absolute jumlah tenaga medis, perawat dan bidan di Kalimantan Barat relatif lebih tinggi. Persentase penolong kelahiran oleh tenaga kesehatan sudah sekitar 70%.
 

Namun, dia menuturkan meski derajat kesehatan meningkat, tetapi hasil pembangunan yang ada masih belum dapat dinikmati secara merata oleh seluruh penduduk, terutama untuk masyarakat yang berada di daerah pedalaman dan terpencil serta kepulauan.
 

Hal itu, lanjutnya, karena kondisi geografis dan keterbatasan sarana infrastruktur yang belum mampu menjangkau semua daerah, tantangan  keterbatasan jumlah tenaga medis dan spesisalis yang penyebarannya belum mampu menjangkau seluruh pelosok Kalimantan Barat.

Ditambah lagi, ada dokter dan perawat yang telah bertugas di daerah pedalaman banyak yang pindah ke kota dengan alasan keluarga.
 

Oleh sebab itu, Pempov Kalbar merencanakan sebuah kebijakan untuk menyediakan tenaga medis dan spesialis yang lebih dekat dengan masyarakat di daerah pedalaman, perbatasan dan terpencil serta kepulauan.
 

Sementara itu, saat berkunjung ke Bengkayang, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan melihat hasil pemetaan, Kalbar memang masih kekurangan tenaga medis, baik itu dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi. Sedangkan tenaga perawat dan bidan sudah cukup.
 

Menurutnya, pada 2012 Kemenkes telah menempatkan 839 orang tenaga kesehatan untuk Provinsi Kalbar dengan rincian dokter spesialis 3 orang, dokter umum 137 orang, dokter gigi 38 orang dan bidan 661 orang.

"Sehingga tekad Bapak Gubernur untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan melahirkan serta bayinya dapat dibantu oleh 661 orang tenaga bidan," kata Nafsiah.
 

Meskipun dari data di Kemenkes pendistribusian tersebut masih kurang merata. Misalnya, untuk dokter umum standar WHO adalah 40 orang untuk setiap 100.000 penduduk.
 

Dia menyebutkan di Kota Singkawang 25,2 dokter umum per 100.000 penduduk tetapi di Sambas hanya 8,1 jadi sangat kurang. Sedangkan untuk dokter gigi standar WHO 11 dokter gigi untuk melayani 100.000 penduduk. Semnetara  yang tertinggi adalah Kabupaten Bengkayang 4,6 dokter gigi melayani 100.000 penduduk.

"Jadi, jumlah dokter gigi masih kurang dan perlu diperhatikan oleh Pemprov Kalbar agar ada putra-putri daerah yang dididik menjadi dokter gigi baik dengan biaya pemerintah provinsi, kabupaten maupun pemerintah pusat,” ujarnya. (K46)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Odie Krisno

Editor : Wiwiek Dwi Endah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top