Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MOYA ASIA Terancam Batal Bangun Instalasi Air Bersih Senilai Rp185 Miliar

MAKASSAR--Investasi pembangunan instalasi air bersih PT Moya Asia, Ltd senilai Rp185 miliar tertunda akibat rumor korupsi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar beredar menjelang pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 22 Januari 2013.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Januari 2013  |  14:12 WIB

MAKASSAR--Investasi pembangunan instalasi air bersih PT Moya Asia, Ltd senilai Rp185 miliar tertunda akibat rumor korupsi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar beredar menjelang pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 22 Januari 2013.

Direktur Keuangan PDAM Kota Makassar Asdar Ali mengatakan proyek sistem penyediaan air minum di Makassar melalui kerjasama bisnis PT Moya Asia dan PDAM sebenarnya sudah dimulai pada Desember 2012.
 

"Kerjasama Moya seharusnya sudah berjalan akhir Desember lalu karena kami sudah menyetujui kontrak kerja sama itu," kata Asdar, Minggu (20/1/2013).
 

Namun, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai kejanggalan kerjasama PDAM dan empat investor lokal terus beredar menjelang pilgub Sulsel. Akibatnya, Moya Asia yang akan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kawasan Industri Makassar (KIMA) dengan kapasitas 600 liter per detik itu terancam batal.

Dia menyayangkan adanya pihak yang terlalu membesar-besarkan hasil temuan BPK menjelang pesta demokrasi Sulsel, padahal wacana itu berdampak bagi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Makassar.
 

"Cakupan pelayanan PDAM baru sekitar 62%, tanpa kerjasama itu kami tidak akan bisa optimal melayani kebutuhan air di wilayah timur. Kami tidak tahu bagaimana kelanjutan kontrak ini," keluhnya.
 

Selain membangun IPA di kawasan industri, kerjasama PT Moya juga akan menambah pipa distribusi hingga 100 km yang akan mencakup wilayah timur kota Makassar dengan memanfaatkan air baku di aliran Sungai Tallo.
 

"Kerjasama ini sangat menguntungkan karena sifatnya Bangun, Operasi dan Tender (BOT). Pemkot Makassar hanya menyiapkan perizinan saja, selebihnya mereka yang akan biayai," ujarnya.
 

Pemkot Makassar juga telah menyiapkan lahan 1,3 hektare untuk kebutuhan perkantoran dan pengelolaan fasilitas penyediaan air minum tersebut.
 

Sebelumnya CEO PT Moya Indonesia Simon A Melhen saat berkunjung di Makassar mengatakan langkah investasi pada sektor penyediaan air minum Makassar dilakukan untuk meningkatkan jangkauan layanan serta membantu PDAM dalam mengembangkan kinerja perusahaan.
 

“Kami harap kerjasama ini bisa lancar dan cepat direalisasikan," kata Simon.
 

Kedepannya proyek ini akan meningkatkan kapasitas produksi air bersih di Makassar yang dianggap masih terbatas dalam pembiayaan investasi jaringan instalasi air bersih.
 

Sekaitan kerjasama itu Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin berharap progres pengerjaan proyek perusahaan yang berkantor di Singapura itu bisa terealisasi secepatnya.
 

"Kerjasama ini adalah kebutuhan warga Makassar. Proyek ini juga akan menjawab segala permasalahan air bersih termasuk cakupan pelayanan air bersih yang masih terbatas,” katanya. (K46)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hendra Nick Arthur

Editor : Wiwiek Dwi Endah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top