Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Ini dia penyebab banjir berlarut kawasan elit Pluit

JAKARTA--Tingginya banjir di kawasan Pluit, Jakarta Utara, menjadi tanda tanya besar dari sejumlah pihak. Padahal kawasan elit itu jarang dilanda banjir yang berlarut-larut, karena memiliki pompa pembuangan air di waduk Pluit.Kepala Pusat Data Informasi
- Bisnis.com 20 Januari 2013  |  14:07 WIB

JAKARTA--Tingginya banjir di kawasan Pluit, Jakarta Utara, menjadi tanda tanya besar dari sejumlah pihak. Padahal kawasan elit itu jarang dilanda banjir yang berlarut-larut, karena memiliki pompa pembuangan air di waduk Pluit.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNBP Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan hingga saat ini daerah sekitar Kecamatan Penjaringan yang meliputi empat kelurahan yaitu Pluit, Penjaringan, Penjagalan, dan Kapuk masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.

"Ada beberapa titik yang mencapai dua meter. Banjir ini disebabkan meluapnya Waduk Pluit, meluapnya Kali Angke Hilir dan hujan setempat," ujarnya dalam pesan tertulis, hari ini (20/01).

Dia memastikan tanggul waduk Pluit yang memiliki luas 80 hektar tidak jebol. Menurutnya, jebolnya tanggul Banjir Kanal Barat (BKB) di Jl. Latuharhary pada Kamis (17/1) yang menggenangi Jl. Thamrin dan sekitarnya turut menjadi penyebab banjir Pluit.

Hal itu, paparnya, disebabkan sungai Cideng yang memiliki kapasitas debit 30 m3/detik menerima beban tambahan air dari tanggul sungai yang jebol di Jl. Latuharhary  sekitar 30 m3/detik.  

Pada saat bersamaan pompa di Waduk Melati berkapasitas 12m3/detik dan Pompa Cideng berkapasitas 7 m3/detik juga mati. "Demikian pula BKB juga penuh. Dengan matinya pompa air maka banjir makin tidak terkendali," kata Sutopo.

Akibatnya waduk Pluit menerima aliran dari Kali Cideng dan beberapa sungai yang banjir. Pada saat bersamaan panel dua pompa banjir berkapasitas 35 m3/detik dan 4 m3/detik di Waduk Pluit terendam banjir dan tidak beroperasi.

Akhirnya banjir meluas karena pasokan debit ke Waduk Pluit terus terjadi, sementara itu pembuangan air tidak berjalan. Ini ditambah dengan pasang laut makin bertambah.

Pasang laut tertinggi pada Sabtu (19/1) terjadi pada pukul 07.35 yaitu tinggi 0,87 meter. Pada Minggu (20/1) pasang tertinggi terjadi pukul 07.51 yaitu 0,91 meter.

Demikian juga Senin (21/1) pukul 08.10 setinggi 0,94 meter. Bahkan pada Kamis (24/1) hingga Sabtu (26/1) pasang tertinggi mencapai satu meter antara 09.09 – 09.46 WIB. "Tentu ini berpotensi terjadi rob air laut," kata Sutopo.
 
Dia memastikan pemerintah terus melakukan upaya penanggulangan banjir di Pluit, diantarannya tanggul di Latuharhary telah selesai ditutup dan pompa Waduk Melati telah dihidupkan. Pompa air dari Dinas PU DKI Jakarta dan Kementerian PU dikerahkan ke Pluit untuk mengurangi banjir.

Selain itu, lanjutnya,  BNPB mengerahkan pasukan Armarbar. Beberapa titik posko telah didirikan oleh Marinir, Kopassus, Basarnas, Tagana dan lainnya untuk memberikan bantuan evakuasi, distribusi kebutuhan dasar, logistic, kesehatan dan sebagainya.
 
"Dari sekitar 270.000 jiwa warga Kecamatan Penjaringan yang terdiri dari empat kelurahan, sebanyak 7.413 jiwa terpaksa diungsikan ke 15 posko setempat," tambahnya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top