Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Pengungsi butuh layanan kesehatan memadai

JAKARTA: Para pengungsi akibat bencana banjir di sejumlah wilayah DKI Jakarta membutuhkan layanan kesehatan yang memadai, agar terhindar dari segala macam penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dan gangguan kesehatan lainnya.Kesehatan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Januari 2013  |  04:32 WIB

JAKARTA: Para pengungsi akibat bencana banjir di sejumlah wilayah DKI Jakarta membutuhkan layanan kesehatan yang memadai, agar terhindar dari segala macam penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dan gangguan kesehatan lainnya.

Kesehatan para pengungsi dari salah satu daerah banjir terparah Kampung Pulo, Jakarta Timur, sudah menurun, kata Koordinator lapangan Posko Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Kampung Pulo Budi Mulyadi di Jakarta, Sabtu (19/01).

"Kondisi fisik pengungsi, baik anak-anak maupun dewasa, menurun karena pola makan yang tidak teratur," katanya.

Selain itu, menurut Budi, pengungsi juga kurang istirahat dan mengonsumsi air tidak bersih. Hal itu menjadi salah satu penyebab menurunnya kondisi fisik mereka.

"Toilet juga dikeluhkan, karena selama ini mereka buang air ke dalam pertokoan dan harus bayar," ujarnya.

Gangguan kesehatan lainnya adalah banyaknya pengungsi yang mengalami luka lecet karena tergores kaca dan tertancap paku di lokasi banjir.

"Pengungsi juga sering mengeluhkan penyakit kulit seperti kutu air." lanjut Budi.

Data Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengemukakan ISPA, infeksi jamur kulit, diare, penyakit lambung, sakit kepala, sakit otot, penyakit gigi dan mulut, penyakit pada mata dan telinga, serta penyakit akibat luka benda tajam merupakan gangguan kesehatan yang sering menjangkit tubuh para korban banjir.

"Yang paling banyak memang ISPA, di setiap bencana ISPA selalu jadi penyakit paling banyak ditemui di lokasi pengungsian," kata kata Dokter Komite Penanggulangan Bencana Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Asturi Putri di Jakarta, Sabtu.

Asturi menjelaskan hal itu karena kondisi cuaca yang tidak stabil dan sulitnya air bersih di lokasi bencana.Curah hujan yang masih tinggi, air kotor dari luapan sungai, membuat warga mudah terserang ISPA.

"Warga seringkali tidak mengindahkan kebersihan dan keamanan, sehingga sering terjadi insiden, seperti luka akibat benda tajam, dan itu juga bisa menyebabkan penyakit lainnya," ujar dia.

PB IDI, dijelaskannya, akan berupaya mendorong pasokan obat-obatan agar tetap cukup dalam melayani pasien.Selain itu, kata Asturi, PB IDI juga mengadakan edukasi masyarakat melalui penyuluhan mengenai kebersihan diri dan lingkungan.

"Kami sebenarnya antisipasi seperti untuk diare, kami lakukan penyuluhan bagaimana beraktivitas di tempat pengungsian dan lokasi bencana," tukasnya. (Antara/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top