Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PT KAI Semarang Tertibkan Lori Lotrok yang jalankan masyarakat

SEMARANG – PT KAI Daerah Operasi (Daops) IV Semarang segera menertibkan keberadaan lori lotrok yang biasanya dijalankan oleh masyarakat untuk mengangkut barang di sepanjang jalur rel Brumbung-Kedungjati, demi keselamatan transportasi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 Januari 2013  |  00:30 WIB

SEMARANG – PT KAI Daerah Operasi (Daops) IV Semarang segera menertibkan keberadaan lori lotrok yang biasanya dijalankan oleh masyarakat untuk mengangkut barang di sepanjang jalur rel Brumbung-Kedungjati, demi keselamatan transportasi.

 

Vice President PT KAI Daops IV Semarang Totok Suryono mengatakan saat jajaran manajemen melakukan inspeksi lintas Brumbung-Gundih, menemukan fakta pelanggaran yang dilakukan sejumlah warga sekitar jalur KA lintas Brumbung-Kedungjati yang mengggunakan jalur rel untuk mengangkut barang dengan lori lotrok.

 

“Kelihatannya warga sekitar jalur rel antara Brumbung-Kedungjati selama ini terbiasa menjalankan lori lotrok atau kereta kayu beroda laker bekas, diatas rel untuk mengangkut barang-barang milik mereka,” ujarnya, seperti siaran pers yang diterima Bisnis, Jumat (18/1/2013).

 

Dalam kesempatan tersebut rombongan inspeksi sempat merusak dua buah lori lotrok yang ditinggal lari pemiliknya di dekat rel KA, lengkap dengan kayu bakar yang siap diangkut.

 

Padahal, lanjutnya tindakan warga tersebut sangat berbahaya dan sudah merupakan pelanggaran terhadap UU No.23/2007 pasal 181, yakni setiap orang dilarang menyeret, menggerakan, meletakkan atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api, atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain angkutan kereta api.

 

Dia mengatakan menjalankan lori lotrok di jalur rel sangat membahayakan perjalanan KA, karena kereta api yang berjalan setiap hari bukan hanya KA reguler pada jam-jam tertentu tetapi juga KA luar biasa yang berjalan sewaktu-waktu dengan jadwal perjalanan tidak tetap.

 

“Kami akan segera menggelar operasi penertiban terhadap keberadaan lori lotrok di lintas ini. Dan sesuai UU No.23/2007, mereka yang melakukan pelanggaran ini dapat dikenakan sangsi pidana penjara 3 bulan atau denda Rp15 juta rupiah,” tuturnya. (k39/dot).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Endot Brilliantono

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top