Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HUNIAN MURAH: Layani PNS, Apersi patok target bangun 10.000 unit

JAKARTA: Meski telah memperoleh hak atas pembangunan rumah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) hanya menargetkan sekitar 10.000 unit pada tahun ini. Ketua Apersi Eddy Ganefo mengungkapkan
- Bisnis.com 19 Januari 2013  |  00:37 WIB

JAKARTA: Meski telah memperoleh hak atas pembangunan rumah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) hanya menargetkan sekitar 10.000 unit pada tahun ini.
 
Ketua Apersi Eddy Ganefo mengungkapkan pihaknya belum bisa menargetkan angka terlalu tinggi untuk menyediakan rumah bagi kelompok PNS tersebut.
 
"Kita masih mempelajari daerah dan harus berkomunikasi dengan pemerintah daerah setempat. Yang paling banyak kemungkinan tetap di Jawa Barat," tuturnya, Jumat (18/1).
 
Jumlah unit yang dibangun tersebut merupakan jumlah ekstra diluar target pembangunan 140.000 unit rumah tapak pada tahun ini. Adapun sasaran utama ditujukan kepada kelompok buruh, yang menyerap sampai separuh dari total pembangunan rumah tahun lalu.
 
Setelah pembahasan dalam Rakornas Apersi Rabu (15/1) lalu, telah disepakati dari total 140.000 unit rumah tersebut, paling banyak akan dibangun di Jawa Barat (25.000 unit), Banten (20.000 unit), dan Jawa Timur (15.000 unit).
 
Seperti diketahui, Kementerian Perumahan Rakyat telah menyatakan akan memberikan Apersi kewenangan pada pembangunan rumah PNS di 55 kabupaten/kota di Indonesia. Rata-rata jumlah PNS di masing-masing kabupaten/kota mencapai 5.000 PNS. (arh)
 
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top