Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Greenomics estimasi kerugian Rp15 triliun

JAKARTA--Greenomics Indonesia mengestimasi nilai kerugian yang diderita pelaku ekonomi akibat banjir yang melanda hampir sebagian besar wilayah DKI Jakarta mencapai kisaran Rp15 triliun.
- Bisnis.com 18 Januari 2013  |  15:50 WIB

JAKARTA--Greenomics Indonesia mengestimasi nilai kerugian yang diderita pelaku ekonomi akibat banjir yang melanda hampir sebagian besar wilayah DKI Jakarta mencapai kisaran Rp15 triliun.

Elfian Effendi, Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia, menjelaskan kondisi tersebut didasarkan atas asumsi kedaruratan Jakarta akibat banjir dalam masa tanggap darurat selama 10 hari, 17-27 Januari, yang tentunya berdampak negatif pada sektor-sektor ekonomi dan perekonomian berbasis masyarakat.

Menurutnya, lebih dari 70%perekonomian Jakarta bertumpu pada sektor tersier, yakni perdagangan, pengangkutan, keuangan dan jasa.

"Kalau selama 10 hari ini, Jakarta berada dalam posisi darurat akibat banjir dan sektor tersier tersebut berada pada posisi darurat juga secara riil, maka secara maksimal kerugian akibat banjir Jakarta bisa mencapai Rp 15 triliun", ujarnya melalui pesan elektronik, Jumat (18/1/2013).

Untuk itu, lanjutnya, bobot prioritas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo harus memberikan porsi besar pada penciptaan keseimbangan ekologi kota Jakarta.

Belajar dari pengalaman banjir besar yang melanda Jakarta pada 2007 serta tanggap darurat banjir pada tahun ini, Pemda DKI Jakarta idealnya menyiapkan APBD yang pro-ekologi untuk kurun waktu lima tahun ke depan.

"Tidak ada pilihan lain. Dengan begitu, Jokowi juga harus secara bertahap mengkampanyekan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang berbasis pro-ekologi", jelas Elfian.

Lebih lanjut Elfian mengatakan tak hanya APBD pro-ekologi yang harus diprioritaskan, Pemerintahan Jokowi juga harus memastikan praktik-praktik kerjasama ekologi hulu-hilir dengan Provinsi Jawa Barat dan Banten berjalan efektif.  "Ini pekerjaan rumah yang sering terbengkalai", tandas Elfian.(msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Agust Supriadi

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top