Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: 15.000 Orang di Karet Tengsin Jadi Korban

 
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  22:33 WIB

 

JAKARTA—Sekitar 15.000 jiwa di kawasan Karet Tengsin menjadi korban akibat banjir yang melanda Jakarta hari ini.

 

Masyarakat tersebar di sembilan RW yang berlokasi di Kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dwiko Hari Dastriadi, Partnership Manager Public Management Aksi Cepat Tanggap (ACT), mengatakan banjir di daerah itu mencapai ketinggian 2 meter.

 

"Ada sekitar 15 ribu jiwa yang terkena banjir. Kalau dihitung dari jumlah kepala keluarga (KK), ada 575 KK," sebutnya kepada Bisnis hari ini, Kamis (17/1).

 

Sebagian dari mereka mengungsi di Rumah Susun (Rusun) Karet Tengsin.

Sementara itu, sebagian lainnya masih terisolir di rumah masing-masing.

 

Berdasarkan pantauan Bisnis, masyarakat yang rumahnya terendam banjir terus berdatangan ke rusun dengan bawaan seadanya.

 

Rusun Karet Tengsin merupakan salah satu titik evakuasi untuk daerah tersebut. Komplek rusun itu diperkirakan bisa menampung sekitar seribu jiwa.

 

Dwiko menyebutkan rencananya malam ini akan ada kiriman beras dari Bulog.

Bantuan berupa beras dan logistik lainnya juga direncanakan datang dari Kementerian BUMN dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

 

Petugas relawan juga telah menyiapkan perahu karet untuk proses evakuasi dan distribusi logistik ke masyarakat yang masih terisolir. "Sudah ada tiga perahu karet, dari TNI, Satpol PP. Tapi ini digunakan bergantian di seluruh area kelurahan sini, jadi agak lama prosesnya," ujar Budi, salah satu relawan lokal.

 

Wati, salah satu penghuni rusun, mengungkapkan banjir kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. "Banjirnya sampai tempat parkir, biasanya nggak pernah sampai situ," ujarnya.

 

Rusun Karet Tengsin berlokasi tepat di samping Kali Mata. Hujan yang terus menerus terjadi di ibukota membuat Kali ini meluap, memperparah banjir.

 

Listrik di Rusun pun masih padam sejak pagi hari.

 

Sampai saat ini, sudah ada Posko PMI beserta dapur umum, Posko BUMN, dan Posko BNI.

 

Menurut para relawan, bantuan yang dibutuhkan di antaranya makanan, perlengkapan mandi, selimut, popok dan makanan bayi, serta pembalut perempuan. (sut)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top