Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANK INDONESIA RIAU catat Uang palsu capai Rp26,5 juta

PEKANBARU: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau menyatakan temuan uang palsu yang beredar di Riau pada 2012 mencapai Rp26,5 juta, meningkat dibandingkan dengan 2011 sebesar Rp14,2 juta.Asisten Direktur Kepala Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  19:24 WIB

PEKANBARU: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau menyatakan temuan uang palsu yang beredar di Riau pada 2012 mencapai Rp26,5 juta, meningkat dibandingkan dengan 2011 sebesar Rp14,2 juta.

Asisten Direktur Kepala Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau M. Abdul Majid Ikram mengatakan baik dari sisi nominal maupun lembarnya, uang palsu yang ditemukan di Riau oleh aparat penegak hukum dan perbankan pada 2012 jauh meningkat dibandingkan dengan 2011.

Bila pada 2011 uang palsu yang ditemukan sebanyak 313 lembar dengan nilai Rp14,2 juta, pada 2012 meningkat drastis menjadi 353 lembar dengan nilai Rp26,5 juta.

"Secara pro aktif, Bank Indonesia selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana membedakan uang asli dan tidak [palsu]. Itu tugas utama kami," ujarnya, Kamis (17/1/2013).

Selama ini, imbuhnya, BI selalu bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan kejaksaan terkait peredaran uang palsu di Riau, mengingat sifatnya yang pasif menerima laporan.

Sesuai kapasitasnya, BI akan mengindentifikasi keaslian uang yang ditemukan di masyarakat.

Berdasarkan informasi dari penegak hukum, kata Abdul, ada beberapa pola tertentu penyebaran uang palsu di Riau, di antaranya transaksi terjadi pada malam hari.

Selanjutnya, peredaran uang palsu ini lebih banyak terjadi di daerah terpencil, dan uang palsu yang beredar sering terjadi dalam transaksi dengan jumlah besar.

Pada tahun ini pihaknya akan melakukan sosialisasi ke daerah terpencil, khususnya kepada anak-anak sekolah bagaimana caranya mengindentifikasi keaslian uangnya.

"Kalau mendapati uang palsu, segera laporkan kepada pihak berwenang," katanya.   (ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top