Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FLU BURUNG: Pemerintah Siapkan Rp9,9 miliar Produksi Vaksin

JAKARTA:  Pemerintah menyiapkan dana senilai Rp9,9 miliar untuk memproduksi vaksin flu burung clade 2.3.2.Direktur Jenderal Perternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan anggaran tersbut meningkat dari alokasi
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  19:18 WIB

JAKARTA:  Pemerintah menyiapkan dana senilai Rp9,9 miliar untuk memproduksi vaksin flu burung clade 2.3.2.

Direktur Jenderal Perternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan anggaran tersbut meningkat dari alokasi tahun lalu sebesar Rp5,1 miliar.

"Clade baru ini ditemukan November lalu, sehingga perlu ada vaksin baru karena itu anggaran ditambah," ujarnya Kamis (17/1/2013).

Syukur menambahkan Kementan telah menunjuk empat perusahaan swasta dan satu perusahaan milik pemerintah untuk memproduksi vaksin tersebut.

Keempat perusahaan itu a.l PT Sagi Capri, PT Vaksindo Satwa Nusantara, PT Sanbio Laboratories, PT Medion, dan satu Pusat Veterina Farma (Pusvetma).

Nantinya, virus tersebut akan dibeli pemerintah dari keempat perusahaan tersebut di harga Rp240-Rp300 per dosis. Kementerian Pertanian bakal memberikan vaksin tersebut secara cuma-cuma kepada peternak.

"Vaksin yang telah dibeli dari perusahaan langsung dibagikan kepada peternak itik, terutama di sentra-sentra produksi," imbuhnya.

Guna menghtnikan penyebaran flu burung calde 2.3.2, lanjutnya, dibutuhkan setidaknya 75 juta dosis vaksin tahun ini.

Pada tahap pertama, keempat perusahaan tersebut ditarget menghasilkan 25 juta dosis vaksin pada akhir Februari mendatang.

Jumlah produksi vaksin didasarkan pada perkiraan populasi itik nasional yang mencapai 47 juta.

Menurutnya, untuk menghentikan penyebaran vaksin yang diperlukan minimal dua kali dari total populasi.

Meski sudah mulai meproduksi vaksin, tetapi Kementan belum bisa memastikan asal virus flu burung calde 2.3.2.

Menurutnya, hal tersebut masih dikaji oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.  (ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top