Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENERIMAAN PAJAK JABAR: Kanwil Pajak Jabar I Incar Rp18,5 Triliun

BANDUNG-Kanwil Pajak Jabar I menargetkan perolehan pajak 2013 sebesar Rp18,5 triliun atau naik 33% dari tahun sebelumnya Rp13,41 triliun melalui upaya menggenjot penerimaan pajak dari sektor konstruksi dan properti, perdagangan, serta pajak orang kaya.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Januari 2013  |  16:08 WIB

BANDUNG-Kanwil Pajak Jabar I menargetkan perolehan pajak 2013 sebesar Rp18,5 triliun atau naik 33% dari tahun sebelumnya Rp13,41 triliun melalui upaya menggenjot penerimaan pajak dari sektor konstruksi dan properti, perdagangan, serta pajak orang kaya.

 

Kabid Dukungan Teknis dan Konsultasi Dirjen Pajak Kanwil Jabar I Hendriyan mengatakan berdasarkan pemetaan, sektor bisnis konstruksi dan properti tetap meningkat dan tidak terpengaruh oleh krisis global.

 

“Butuh terobosan baru setelah target 2012 tidak tercapai 100%, seperti perluasan pemungutan pajak di sejumlah sektor yang tidak tergarap maksimal termasuk konstruksi dan properti," katanya hari ini (17/1).

 

Dia menjelaskan sektor perdagangan yang menyumbang 22% dan industri pengolahan 28% terhadap penerimaan pajak di Jabar I merupakan sektor yang masih bisa dioptimalkan.

 

Secara keseluruhan perolehan pajak 2012 mencapai Rp13,41 triliun atau 97,40% dari target yang ditetapkan Rp13,98 triliun. Melesetnya target itu a.l dipicu oleh realisasi pajak penghasilan (PPh) sebagai penyumbang terbesar yang turun jadi Rp7,82 triliun.

 

"Pendapaptan 2012 tidak terlalu menggembirakan karena kinerja ekspor turun sehingga berdampak pada perolehan pajak dan ini terjadi secara nasional”.

 

Dia memaparkan untuk PPh impor justru naik 14,48% dan PPh 21 (18,26%), serta PPh badan dan final (kontruksi dan properti) tumbuh 18,28%. Adapun pajak pertambahan nilai (PPN) berkontribusi Rp5,17 triliun dan PBB sebesar Rp793 miliar. (k4/k6/k55/yus)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Herdi Ardia

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top