Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Pengusaha Tutut Langkah Penangangan Cepat

JAKARTA – Pelaku usaha mengharapkan pemerintah pusat dan pemprov DKI Jakarta  untuk secepat mengatasi banjir yang menimpa Jakarta dengan seluruh sumber daya yang ada secara maksimal, agar tidak berlangsung lama, karena akan mengakibatkan kerugian
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  15:42 WIB

JAKARTA – Pelaku usaha mengharapkan pemerintah pusat dan pemprov DKI Jakarta  untuk secepat mengatasi banjir yang menimpa Jakarta dengan seluruh sumber daya yang ada secara maksimal, agar tidak berlangsung lama, karena akan mengakibatkan kerugian bagi seluruh pelaku usaha.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Sudirman mengatakan pemerintah harus serius dalam mengatasi banjir di DKI Jakarta. Dia meminta agar pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengatasi banjir.

“Baru satu hari saja sudah begini. Saya tadi juga kejebak di Hotel Four Seasons, rapat Kadin. Pemerintah harus serius, jangan main-main dengan banjir. Tidak bisa hanya Gubernur DKI Jakarta, tetapi juga pemerintah pusat,” ujarnya kepada Bisnis  hari ini, Kamis (17/1/2013).

Menurutnya, pembangunan gedung-gedung baru di Jakarta harus ditertibkan, demikian juga dengan pembangunan gedung-gedung di kota baru (kota penyangga Jakarta) harus ditertibkan.

Sudirman menuturkan industri unggas juga terkena dampak banjir. “Seperti kita ketahui, ada 1,5 juta ayam hidup masuk ke Jakarta setiap hari. Bisa dibayangkan kalau Jakarta lumpuh. Maka pasti panen dan distribusi ayam terhambat,” jelasnya.

Jika dalam sehari ada 1,5 juta ekor ayam hidup yang masuk ke Jakarta, katanya, maka jika banjir berlangsung hingga 2 hari akan ada 3 juta ekor ayam yang distribusinya terganggu. “Kalau tiga hari banjir, berarti ada 4,5 juta ekor ayam yang sulit masuk ke Jakarta dan seterusnya.”

Dia menambahkan dampak lain dari banjir tersebut yaitu terhambatnya distribusi pakan ternak. Kendati banjir di Tol Merak-Jakarta sudah sudah berakhir, tetapi sampai saat ini, pelabuhan penyeberangan ke Lampung masih terhambat.

“Seharusnya dalam keadaan seperti ini, pemerintah atau presiden menggunakan kewenangan untuk mem-by pass semua birokrasi untuk mempercepat penanggulangan dan pencegahan,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Country Manager EMC Indonesia Adi Rusli, yang mengatakan pemerintah sebaiknya jangan mempunyai sikap bisiness as usual, bukan hanya melakukan penanggulangan banjir dan kegiatan pemulihan.

“Namun, harus serius melakukan tindakan pencegahan-pencegahan yang nyata seperti penanganan bantaran Sungai Ciliwung dan sungai lainnya, pembenahan Kawasan Puncak [Bogor], perbaikan sistem drainase yang menyeluruh,” ujarnya.

Menurutnya, langkah lainnya yaitu pembangunan proyek terowongan seperti yang dilakukan Gubernur DKI Joko Widodo ataupun pembangunan kanal-kanal baru. “Kalau perlu relokasi Ibukota.”(sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top