Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TOYOTA DIGUGAT KONSUMEN: Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai

SAN FRANCISCO—Seorang pengacara mengatakan Toyota Motor Corp sepakat untuk menyelesaikan gugatan terkait masalah percepatan yang menyebabkan kecelakaan fatal di Utah Amerika Serikat pada 2010. Seharusnya, kasus itu disidangkan pada Februari.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Januari 2013  |  20:32 WIB

SAN FRANCISCO—Seorang pengacara mengatakan Toyota Motor Corp sepakat untuk menyelesaikan gugatan terkait masalah percepatan yang menyebabkan kecelakaan fatal di Utah Amerika Serikat pada 2010. Seharusnya, kasus itu disidangkan pada Februari.

"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa kasus tersebut telah diselesaikan," kata kuasa hukum penggugat Mark Robinson pada Rabu (16/1/2013) waktu  AS  atau Kamis (17/1/2013) waktu Jakarta seperti dikutip Bloomberg.

"Kami telah sepakat dengan Toyota dalam perjanjian penyelesaian bahwa kami tidak akan membahas ketentuan penyelesaian."

Sejak November, perusahaan telah menyelesaikan setidaknya dua gugatan lainnya terkait masalah percepatan pada kendaraan. Perusahaan setuju untuk membayar lebih dari US$ 1 miliar untuk menyelesaikan klaim atas kerugian ekonomi pemilik mobil dan investor.

Kasus Robinson ini dijadwalkan untuk diadili pada 19 Februari di pengadilan federal di Santa Ana, California, tempat di mana kasus gugatan serupa digabungkan. Penyelesaian itu mencakup klaim dari keluarga dua orang yang tewas dalam kecelakaan.

Mobil Camry mereka menghantam dinding batu ketika keluar jalan bebas hambatan dan gagal untuk berhenti. Sopir, Paul Van Alfen, dan penumpang Charlene Lloyd, meninggal dunia.

Istri van Alfen dan anaknya terluka dalam kecelakaan itu. Keluarga mengatakan kecelakaan terjadi ketika kendaraan secara tak terduga mengalami percepatan dan tidak berhenti bahkan setelah pengemudi menginjak rem.

"Toyota tidak akan memberikan komentar pada saat ini," kata Celeste Migliore, juru bicara perusahaan, dalam sebuah surat elektronik. "Belum ada pengajuan [penyelesaian] ke pengadilan." (M. Taufikul Basari/sut) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top