Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANK JATENG Bidik Modal Dasar Rp3 triliun

SEMARANG – Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah mengincar modal dasar sebesar Rp3 triliun pada akhir 2017, meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan posisi akhir 2012 sebesar Rp1,5 triliun.
- Bisnis.com 16 Januari 2013  |  18:58 WIB

SEMARANG – Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah mengincar modal dasar sebesar Rp3 triliun pada akhir 2017, meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan posisi akhir 2012 sebesar Rp1,5 triliun.

Hal tersebut merupakan salah satu poin keputusan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) yang digelar Selasa (15/1) 2013. 

Direktur Utama Bank Jateng Haryono mengatakan salah satu agenda RUPS-LB adalah mengubah anggaran dasar perseroan mengenai modal dasar, yakni dari Rp1,5 triliun menjadi Rp3 triliun.

“Dalam road map telah ditentukan modal dasar kami sebesar Rp3 triliun pada 2017. Oleh karena itu salah satu pasal mengenai permodalan dalam anggaran dasar kami ubah,” ujarnya ketika menerima kunjungan Bisnis, Rabu (16/1/2013).

Menurutnya, penambahan modal tersebut diperlukan untuk menopang rasio kecukupan modal (CAR) yang dibutuhkan dalam ekspansi kredit pada masa mendatang. “Kami akan jaga CAR pada level 15%,” ujarnya.

Penambahan tersebut akan dilakukan secara bertahap, yakni sekitar Rp150 miliar pada tahun ini, sehingga pada akhir 2013 modal dasar Bank Jateng menjadi Rp1,65 triliun.

Selanjutnya pada 2014 modal dasar menjadi sebesar Rp1,82 triliun, 2015 menjadi RpRp2,015 triliun, 2016 menjadi Rp2,25 triliun, dan terakhir pada 2017 sebesar Rp3 triliun.

“Sumber penambahan modal berasal dari modal disetor dari pemegang saham baik Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota di Jateng ,” ujarnya.

Selain mengubah pasal tentang permodalan, RUPS-LB tersebut juga menetapkan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk Bank Jateng Syariah periode 2013—2016.

Rapat tersebut menetapkan kembali dua orang DPS yakni Ahmad Rofiq sebagai Ketua dan Bambang Setiaji sebagai Anggota. Jumlah DPS Bank Jateng lebih sedikit dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebanyak 3 orang.

Sementara itu, Abdul Djamil yang sebelumnya menjadi anggota DPS Bank Jateng mengundurkan diri karena kesibukan di Jakarta. “Sekarang DPS kami hanya dua orang, karena regulasi membolehkan hal itu,” ujarnya. (dot)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Endot Brilliantono

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top