Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKIBAT BANJIR SULSEL: Total Kerugian Tambak Capai Rp25,4 Miliar

MAKASSAR--Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel mencatat total kerugian tambak akibat bencana banjir beberapa waktu lalu mencapai Rp25,4 miliar.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  18:15 WIB

MAKASSAR--Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel mencatat total kerugian tambak akibat bencana banjir beberapa waktu lalu mencapai Rp25,4 miliar.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Sulkaf Latief mengatakan total kerugian tersebut merupakan akumulasi dari beberapa kelompok di antaranya bandeng, udang, ikan mas dan ikan nila dengan total area yang terendam seluas 10.642 hektare.
 

“Total area tersebut terbagi di beberapa kabupaten di Sulsel yaitu Pangkep, Maros, Barru, Jeneponto dan Takalar,” kata Sulkaf, Rabu (16/1/2013).
 

Dia mengungkapkan pihaknya akan melakukan verifikasi kembali, karena dikhawatirkan kondisi cuaca saat ini masih cukup ekstrim.

Dia berharap cuaca saat ini sudah membaik sehingga tidak ada lagi tambahan kerugian. “Tetapi kalau misalnya masih ada tambahan kerugian, pasti akan kami akumulasi,” ujarnya.
 

Pihaknya merinci, total tambak yang terendam banjir di Kabupaten Pangkep sekitar 3.529 hektare dengan perkiraan kerugian mencapai Rp12,1 miliar.
 

Sementara Kabupaten Maros mencapai 4.900 hektare dan kerugian Rp10,8 miliar, Barru 649 hektare dengan kerugian Rp3,4 miliar.
 

Sedangkan di daerah selatan Sulsel seperti Jeneponto, tercatat kerusakan sebanyak 279 hektare dengan kerugian Rp1,3 miliar dan Takalar 1.285 hektar dengan total kerugian sekitar Rp1 miliar.
 

Kepala Seksi Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Hardi menambahkan total kerugian itu khusus dari bidang budidaya saja.
 

“Belum terakumulasi dengan data kerugian dari bidang lain seperti bidang perikanan tangkap. Setelah diakumulasi, baru akan dilaporkan ke pemprov untuk diajukan ke pemerintah pusat,” kata Hardi. (K46)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hendra Nick Arthur

Editor : Wiwiek Dwi Endah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top