Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cuaca Ekstrem: Wisata Bahari Berisiko Rugi

News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  17:26 WIB
JAKARTA-Gabungan Pengusaha Wisata Bahari atau Gahawisri berharap cuaca ekstrem ini segera berakhir karena berisiko menyebabkan kerugian yang besar.
 
Sekjen Gahawisri Didien Junaedy mengatakan hal ini menyebabkan beberapa destinasi wisata bahari ditutup untuk umum sehingga tidak ada kegiatan yang bisa diadakan. Dampaknya, roda bisnis pariwisata bahari terhambat.
 
"Setiap tahun kami memang selalu menghadapi situasi musim penghujan, tetapi tidak separah ini. Saya harap bulan depan intensitas curah hujan tidak sebanyak saat ini, terlebih menjelang Imlek [Tahun Baru Cina] yang selalu identik dengan hujan," kata Didien saat dihubungi Bisnis, Rabu (16/1).
 
Cuaca ekstrem ini, lanjutnya, membuat destinasi bahari seperti Pasir Putih Malikan di Jawa Timur dan Pantai Kuta di Bali terpaksa ditutup untuk umum. Selain itu, beberapa syahbandar dan pelayaran kapal juga tidak dapat beroperasi akibat angin kencang dan ombak yang tinggi.
 
Didien menyarankan bagi destinasi wisata yang tidak ditutup juga harus berhati-hati dan memiliki kesadaran yang tinggi akan bahaya cuaca saat ini. Jika kondisinya tetap seperti ini bisa menimbulkan risiko kerugian yang cukup besar. Namun pihaknya belum dapat memberikan prediksi besarannya. 
 
Dia menambahkan cuaca buruk ini memang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi hampir di seluruh dunia. Bedanya, jika di Tanah Air terjadi hujan yang deras sedangkan di belahan dunia lain terjadi hujan salju.
 
Didien berharap kondisi ini sudah akan membaik pada Februari. Hal tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Neptune Regatta, yakni lomba layar lintas equator yang akan melibatkan lebih dari 50 yacht eksklusif dari berbagai negara.
 
Seluruh kegiatan akan berlangsung di perairan Indonesia dengan start dan finish di Nongsa Point Marina di Batam. Nongsa Point Resort adalah pintu masuk kapal yatch ke Indonesia yang berjarak 11 mil dari Singapura. (faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rio Sandy P.

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top