Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SISTEM DEMOKRASI : Di Indonesia berbiaya besar

JAKARTA --Sistem demokrasi di Indonesia saat ini menyebabkan biaya besar yang mendorong pemimpin di daerah mencari pendapatan.
- Bisnis.com 15 Januari 2013  |  20:35 WIB

JAKARTA --Sistem demokrasi di Indonesia saat ini menyebabkan biaya besar yang mendorong pemimpin di daerah mencari pendapatan.

Dengan demokrasi saat ini, membuat para pimpinan daerah dan politisi seringkali harus mengeluarkan dana yang besar dan akhirnya harus mencari sumber pendapatan lain untuk mengembalikan dana yang sudah dikeluarkan tersebut.

Direktur Utama PT Sidomuncul Irwan Irwan Hidayat mengatakan sistem demokrasi yang ada saat ini perlu ditata ulang. Namun, pihaknya menilai suasana demokrasi jauh lebih baik dibandingkan dengan rezim otoriter.

"Demokrasi masih lebih baik, tetapi seringkali menimbulkan kelambanan dan biaya besar. Jika lambat, akan kehilangan momen yang tepat. Sebaiknya, sistem deokrasi ditata ulang. Biar biaya yang dikeluarkan bisa diminimalisasi. Kalau biaya yang dikeluarkan besar, otomatis cari dananya juga akan lebih banyak," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (15/1/2013).

Dia mencontohkan jika di dalam perusahaannya seluruh karyawan diperbolehkan menyampaikan pendapat dan harus dilaksanakan, maka hal itu akan membuat perusahaan bergerak lamban.

Irwan menuturkan segala sesuatu yang harus melalui legislatif juga akan membuat keputusan menjadi lamban. "Padahal, dalam memanage butuh speed, jika tidak momentum itu akan hilang."

Menurutnya, seluruh pihak harus mencari jalan keluar agar pilkada dan pemilu tidak memakan biaya besar, paling tidak dapat ditekan.

Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengakui dunia usaha mengalami banyak kesulitan dalam menghadapi situasi, ancaman, dan gangguan yang mengatasnamakan demokrasi dan hak asasi manusia.(msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sepudin Zuhri

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top