Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENERIMAAN PAJAK: DJP Sumsel-Babel Gagal Penuhi Target Rp8,9 Triliun

PALEMBANG-Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Sumatra Selatan-Bangka Belitung mencatat realisasi penerimaan pajak sepanjang 2012 hanya mencapai sebesar Rp8,5 triliun, gagal memenuhi target yang ditetapkan sebesar Rp8,9 triliun.
- Bisnis.com 15 Januari 2013  |  17:49 WIB

PALEMBANG-Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Sumatra Selatan-Bangka Belitung mencatat realisasi penerimaan pajak sepanjang 2012 hanya mencapai sebesar Rp8,5 triliun, gagal memenuhi target yang ditetapkan sebesar Rp8,9 triliun.

 

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (Kanwil DJP) Sumsel-Babel, Resti Idawati, mengatakan dari berbagai jenis pajak yang disetor oleh wajib pajak wilayah itu, hanya pajak bumi dan bangunan yang bisa mencapai 100%.

 

“Sisanya seperti pajak penghasilan (PPh), pajak pertambangan nilai (PPN) tidak mencapai 100%. Sehingga total realisasi penerimaan pajak kita hanya 95,23%,” katanya hari ini (15/1).

 

Menurut Resti, realisasi penerimaan pajak itu sebetulnya tumbuh 28% jika dibanding 2011 yang sekitar Rp7 triliun meski tidak mencapai target 2012.

 

Dia mengemukakan tidak terpenuhinya angka penerimaan dari target yang ditetapkan itu, tidak terlepas dari merosotnya harga sektor usaha pertambangan batu bara dan timah. Hampir 30% penerimaan pajak berasal dari sektor tersebut.

 

“Masalahnya komoditas itu bisa disimpan dan tidak keluar di pasar saat harganya turun. Berbeda dengan hasil perkebunan yang memang harus dilepas meski harga anjlok karena bisa busuk, PPh-21 dan PPN masih tetap masuk dari perkebunan,” paparnya.

 

Meski penerimaan tidak mencapai target pada 2012, Ditjen Pajak Kementerian Keuangan akan tetap mematok target yang lebih tinggi  kepada DJP Sumsel-Babel untuk penerimaan tahun ini yakni sebesar Rp11 triliun. (19/yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top