Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BISNIS HOTEL: Walhi ingatkan Pemkot Batu tak eksploitasi kawasan ekologis

BATU: Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur meminta kepada Pemkot Batu untuk menyetop pendirian hotel yang dibangun di atas kawasan ekologi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Desember 2012  |  19:33 WIB

BATU: Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur meminta kepada Pemkot Batu untuk menyetop pendirian hotel yang dibangun di atas kawasan ekologi.

 

Dewan Daerah Walhi Jawa Timur Purnawan Dwikora Negara mengatakan sejumlah kawasan ekologi yang masuk kategori kritis diantaranya adalah sumber air Gemulo Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

 

"Kawasan sumber Gemulo adalah kawasan ekologi kritis. Sehingga dilarang berdiri bangunan lain di kawasan sumber air sehingga tidak boleh ada pembangunan,” kata Purnawan di Batu akhir pekan lalu.

 

Menurutnya guna menghindari konflik sebaiknya Pemkot Batu membeli lahan bersama perusahaan swasta untuk kemudian dihibahkan kepada warga untuk konservasi lingkungan atau pendidikan lingkungan. "Sehingga tidak akan terjadi konflik berkepanjangan.”

 

Hal itu disampaikan Walhi menyusul terjadinya konflik antara warga di sekitar sumber air Gemulo yang menolak pembangunan Hotel The Rayja. Sehingga harapannya segera ada solusi terkait masalah tersebut.

 

Sementara itu Pemkot Batu sendiri sudah mencanangkan program pada 2013 mendatang untuk menyetop pembangunan hotel maupun rumah toko (ruko) baru dalam upaya menjaga Batu tetap menjadi kota wisata yang asri dan mengutamakan kelestarian alam.

 

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu Eny Rachyuningsih mengatakan saat ini rencana detail tata ruang kota (RDTRK) sedang digodok bersama DPRD Kota Batu.

 

"Di mana nantinya kawasan pertanian memang akan dijaga secara ketat agar jumlah lahan pertanian di Batu tidak terus menyusut,” jelasnya. (arh)

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi'i

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top