Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEKSI POLITIK 2013: Waspadai 4 daerah rawan konflik tahun depan

JAKARTA: Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, empat tempat di Indonesia akan menjadi lokasi yang rawan tindak kekerasan pada 2013, yakni Jakarta, Solo, Poso dan Papua."Jakarta akan menjadi daerah paling rawan pada
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Desember 2012  |  19:43 WIB

JAKARTA: Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, empat tempat di Indonesia akan menjadi lokasi yang rawan tindak kekerasan pada 2013, yakni Jakarta, Solo, Poso dan Papua."Jakarta akan menjadi daerah paling rawan pada 2013, sebab eskalasi politik di ibukota akan meningkat menjelang Pemilu 2014. Peredaran senjata ilegal akan masuk dengan besar," kata Neta dalam diskusi bertema "Membedah Demokratisasi dan Pemberantasan Korupsi" di Indonesia, di Cikini Jakarta, Minggu.Dalam diskusi tersebut turut hadir Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi dan pengamat politik Universitas Indonesia Bonie Hargens.Neta menyebutkan, selain Jakarta tempat-tempat seperti Solo, Poso dan Papua juga akan menimbulkan kerawanan tersendiri. Di Solo dan Poso akan sarat dengan aksi balas dendam para keluarga teroris, sedangkan Papua kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dapat membesar."Di Solo dan Poso itu berkaitan, radikalisme akan tinggi karena dendam kesumat keluarga teroris terhadap aparat kepolisian. Sedangkan di Papua eskalasinya karena kemarahan masyarakat terhadap pemerintah daerah yang dinilai memeras Sumber Daya Alam melalui tangan-tangan investor tanpa memikirkan kepentingan masyarakat, dan polisi akan melindungi para pemodal," kata dia.Dia mengatakan, ada peluang provokasi terjadi di empat daerah tersebut. Namun faktanya sejauh ini kekerasan di empat daerah tersebut menurut dia tidak selalu dipicu oleh provokasi, namun lantaran situasi politik yang memanas, serta karena kekecewaan masyarakat."Masyarakat merasa rasa di 'dzalimi' pemerintah dan aparat keamanan, sehingga mereka melakukan perlawanan," kata dia. (Antara/arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top