Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FLU BURUNG: Seribuan unggas di Pekalongan terkena Virus AI

PEKALONGAN — Dinas Peternakan, Pertanian, dan Kelautan Kota Pekalongan, menyatakan 1.118 ekor itik yang ditemukan mati mendadak di sejumlah sentra peternakan unggas Kota itu positif terinfeksi virus flu burung.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2012  |  11:47 WIB

PEKALONGAN — Dinas Peternakan, Pertanian, dan Kelautan Kota Pekalongan, menyatakan 1.118 ekor itik yang ditemukan mati mendadak di sejumlah sentra peternakan unggas Kota itu positif terinfeksi virus flu burung.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan, Pertanian, dan Kelautan Kota Pekalongan, Fitria Kurniawati, mengatakan dari hasil pemeriksaan sampel itik mati yang dikirim ke Balai Besar Veteriner Yogyakarta, dinyatakan positif  flu burung.

Menurut dia, beberapa daerah sentra peternakan itik yang rawan terjadinya penyebaran virus flu burung, antara lain Desa Kelurahan Degayu Kecamatan Pekalongan Utara sebanyak 123 itik, Kelurahan Gamer (895 itik), dan Duwet Kecamatan Pekalongan Selatan sebanyak 100 itik.

“Dari hasil pendataan selama November 2012, kami telah mendapatkan laporan adanya ditemukan sekitar 1.118 itik mati mendadak,” katanya Sabtu (29/12/2012).

Ia mengatakan bahwa untuk mengantisipasi penyebaran virus flu buruang (Avian Influenza) terhadap unggas, Pemkot terus mengintensifkan penyemprotan disinfektan pada sejumlah lokasi yang berpotensi terjadinya pemyebaran virus AI.

Selain itu, katanya, Pemkot Pekalongan juga membuka posko flu burung sebagai upaya memberikan kemudahan pada para peternak itik yang membutuhkan disinfektan secara gratis.

Ia juga meminta para peternak secara rutin membersihkan kandang dari kotoran, memberikan vitamin, dan tidak mencampurkan unggas yang sakit dengan itik yang kondisinya sehat.

“Selain itu, kami mengingatkan pada peternak jangan mengembalakan itiknya ke areal persawahan dan keluar daerah. Lebih baik itik digembalakan di kandang dengan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat,” katanya. (Antara/Endot Brilliantono)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Reporter 1

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top