Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KINERJA EMITEN: Energi Mega Naikkan Produksi Gas Blok Bentu PSC

M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 29 Desember 2012  |  14:23 WIB

JAKARTA-Perusahaan migas kelompok usaha Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berencana meningkatkan produksi gas blok Bentu PSC dari 24 juta menjadi 32 juta kaki kubik per hari pada semester pertama 2013.

Rencana itu menyusul laporan perseroan yang telah meningkatkan produksi gasnya untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Teluk Lembu.

“Bentu PSC telah meningkatkan produksi gasnya dari 16 juta menjadi 24 juta kaki kubik gas per hari," ungkap perusahaan dalam keterbukaan kepada bursa.

Produksi gas tersebut dialokasikan ke PLN (20 juta kaki kubik per hari) dan ke PT Riau Andalan pulp & paper (4 juta kaki kubik per hari). Volume gas yang dipasok ke RAPP dijual seharga US$4,1 / mmbtu. 

Pada semester pertama 2013 perseroan berencana meningkatkan produksi gas Bentu PSC hingga 32 juta kaki kubik per hari. Tambahan volume gas tersebut akan berasal dari sumur Seng 1.

“Kenaikan gas dari Bentu PSC pada harga yang menarik tersebut akan berdampak positif terhadap arus kas perseroan di masa mendatang,” ungkap pernyataan yang ditandatangani dua direksinya, Amir Balfas dan Syailendra S. Bakrie.

Perseroan, katanya, diharapkan dapat mencapai rata-rata produksi di atas 50.000 barel ekuivalen minyak dan gas per hari sepanjang 2013.

Bentu PSC dioperasikan 100% oleh perseroan dan terletak di Riau, Sumatra. Blok tersebut memiliki jumlah cadangan terbukti dan terukur yang telah disertifikasi sebesar 371 miliar kaki kubik gas.

Adapun, total volume gas sebesar 24 juta kaki kubik per hari itu diproduksi dari 3 sumur yakni sumur Segat 2, 3, dan 4, dan volume gas itu didistribusikan melalui pipa sepanjang 52 KM ke PLN dan RAPP. 

Bentu PSC akan menjual volume gas yang telah dikontrakkan sebesar 129 miliar kaki kubik pada harga US$5,3 / mmbtu. Kontrak tersebut berlaku dai 2012 sampai dengan 2021 dan dalam kontrak juga terdapat klausa kenaikan harga sebesar 3% per tahun. (yus)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top