ABURIZAL BAKRIE: Ajak Akbar Tanjung bermusyawarah

JAKARTA-- Pakar politik dari Universitas Indonesia Maswadi Rauf berpendapat lebih baik Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengundang Akbar Tandjung untuk bermusyawarah daripada mengancam akan memberi sanksi."Jika ingin membangun Partai Golkar
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2012  |  02:16 WIB

JAKARTA-- Pakar politik dari Universitas Indonesia Maswadi Rauf berpendapat lebih baik Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengundang Akbar Tandjung untuk bermusyawarah daripada mengancam akan memberi sanksi."Jika ingin membangun Partai Golkar menjadi lebih besar seharus Pak Ical (Aburizal) merangkul Pak Akbar, bukannya malah memusuhi," kata Maswadi Rauf ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (28/12/2012).Maswadi Rauf mengatakan hal tersebut ketika diminta tanggapannya perihal perseteruan antara Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.Menurut dia, menyikapi usulan Akbar Tanjung perihal evaluasi calon presiden, seyogyanya Aburizal mengundang Akbar Tandjung untuk bermusyawarah guna mencari solusi terbaik."Pak Ical hendaknya bisa memanfaatkan Akbar Tandjung untuk membangun konsolidasi kader-kader di seluruh Indonesia," katanya.Menurut dia, jika Aburizal dan orang-prang dekatnya malah emosional dengan mengancam akan memberikan sanksi, apalagi akan memecat, dalam menyikapi kritikan Akbar Tandjung, hal itu hanya akan merugikan Aburizal sebagai calon presiden sekaligus merugikan Partaio Golkar.Sebelumnya, Akbar Tandjung mengkritik penetapan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden yang dinilai tingkat elektabilitasnya rendah.Akbar Tandjung juga mengirim surat ke DPP Partai Golkar yang isinya, mengingatkan jika sampai pertengahan 2013 elektabilitas Aburizal masih rendah, maka sebaiknya penetapannya sebagai calon presiden dievaluasi.Kritikan dan surat dari Aburizal Bakrie ini membuat beberapa tokoh Partai Golkar, antara lain, Ketua Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar, Muladi, yang mengusulkan agar DPP Partai memberi sanksi terhadap Akbar Tandjung.Maswadi Rauf mengingatkan, jika DPP Partai Golkar sampai memberi sanksi kepada Akbar Tandjung maka hal tersebut merupakan blunder dan kesalahan fatal.Maswadi menilai Akbar Tanjung sebagai mantan ketua umum Partai Golkar masih sangat mengakar dan mempunyai banyak pendukung di berbagai daerah."Apalagi, Akbar Tandjung juga merupakan mantan Ketua DPR RI, sehingga pemberian sanksi kepada Akbat Tandjung akan menimbulkan persoalan baru di internal Partai Golkar," katanya.Menurut Maswadi, sikap Akbar Tandjung yang mengingatkan Aburizal untuk meningkatkan elektabilitasnya sesuai sesuai, karena Akbar adalah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar.Akbar Tandjung, menurut dia, tugasnya memberikan pertimbangan dan masukan kepada DPP Partai Golkar.Maswadi juga mengingatkan, jika Aburizal hanya terkonsentrasi menyikapi kritikan Akbar Tandjung, maka Partai Golkar akan ketinggalan dengan partai politik lainnya yang sudah intensif melakukan konsolidasi kader.Partai Golkar pada rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Golkar pada 20 September 2012 menetapkan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden. (Foto:Antara) (Antara/msb)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top