Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TARIF DASAR LISTRIK: Perhotelan Siap Efisiensi Energi Sikapi Kenaikan TDL

SOLO --  Dalam rangka menyikapi kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15% secara bertahap pada 2013, industri perhotelan Kota Solo siap melakukan efisiensi energi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Desember 2012  |  12:43 WIB

SOLO --  Dalam rangka menyikapi kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15% secara bertahap pada 2013, industri perhotelan Kota Solo siap melakukan efisiensi energi.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Abdullah Soewarno, menyampaikan dampak kenaikan tarif dasar listrik itu akan sangat dirasakan oleh hotel berbintang terutama hotel bintang tiga, empat dan lima.

“Hotel-hotel kelas tersebut banyak menggunakan energi listrik untuk fasilitas seperti pemanas, pendingin, listrik untuk fasilitas laundry hingga listrik untuk lift,” katanya Jumat (28/12/2012).

Sementara, untuk hotel melati diperkirakan bisa lebih berhemat karena untuk fasilitas AC saja memakai sistem per kamar.

Mengenai dampak terhadap kenaikan tarif hotel, Abdullah menyampaikan bahwa hotel tidak akan terburu-buru menaikkan tarif. “Kemungkinan, penyesuaian tarif akibat kenaikan TDL ini bisa dilakukan setelah dua atau tiga bulan kemudian.”

Tapi, tegas dia, kenaikan tarif tidak akan sama dengan kenaikan TDL yang mencapai 15%. Kenaikan tarif itu akan mempengaruhi iklim usaha di 2013.

“Apakah pariwisata Solo bisa berkembang, industri meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) bisa tumbuh? Jika okupansi bisa tumbuh kemungkinan bisa lebih mudah menekan kenaikan harga.”

General Manager (GM) The Sunan Hotel Solo, Mustafa Rahmatono, mengatakan kenaikan TDL akan menaikkan biaya khususnya biaya energi yang porsinya mencapai 10%-11%.

Dia juga mengakui fasilitas-fasilitas di hotel mulai dari pendingin dan pemanas cukup menyedot banyak energi listrik.

“Kami akan melakukan beberapa upaya penghematan, khususnya untuk pemakaian lampu. Di The Sunan Hotel Solo, ada 2.537 lampu dengan 11 jenis,” katanya.

Nanti, secara bertahap akan kami kurangi dengan hanya akan memakai lima jenis lampu dan saat ini sudah mulai melakukan penggantian ke lampu LED.

Pemilihan daya lampu baik untuk interior maupun untuk penerangan juga akan disesuaikan.  

Tahun depan, lanjut Mustafa, tarif di The Sunan Hotel Solo naik rata-rata 7%-10%. Tapi, kenaikan tarif itu diperhitungkan sejak awal sebelum adanya keputusan kenaikan TDL dari pemerintah. “Kenaikan 7%-10% itu berdasar proyeksi inflasi, tapi didalamnya sudah diperhitungkan kemungkinan adanya kenaikan TDL.”

Mustafa melanjutkan, kenaikan TDL sebesar itu tidak akan mempengaruhi target kinerja dan pertumbuhan The Sunan Hotel Solo. (dot)

(Foto: Google Image)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI/Solopos/Hijriyah Al Wakhidah

Editor : Reporter 1

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top