DUNIA MALAM WONOGIRI: Nonfon Film Porno, Seks Bebas dan Ketagihan (Bagian V)

SOLO--Ada kecenderungan soal maraknya pernikahan dini di Kota Gaplek Wonogiri. Pernikahan anak di bawah umur berpotensi pada umur pernikahan yang pendek."Pernikahan mereka karena accident. Secara kejiwaan dan ekonomi [mereka] belum siap. Kondisi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Desember 2012  |  21:11 WIB

SOLO--Ada kecenderungan soal maraknya pernikahan dini di Kota Gaplek Wonogiri. Pernikahan anak di bawah umur berpotensi pada umur pernikahan yang pendek."Pernikahan mereka karena accident. Secara kejiwaan dan ekonomi [mereka] belum siap. Kondisi inilah yang membuat pernikahan berumur singkat," papar pegiat LSM Masyarakat Wonogiri Peduli Perempuan dan Anak (MWPPA), Siti Muslimah, pekan lalu.Data yang dilansir Pengadilan Agama (PA) Wonogiri menyebutkan, sebelum Lebaran tahun ini, jumlah perceraian mencapai 176 pemohon/bulan. Setelah Lebaran, jumlahnya mencapai 236 pemohon/bulan. Dari data tersebut, jumlah permohonan cerai talak dan cerai gugat seimbang. Artinya, baik kalangan perempuan maupun laki-laki sama-sama tinggi keinginannya untuk bercerai.

PERNIKAHAN DINI

Tak jarang pernikahan dini karena perempuan hamil terlebih dulu dilakukan sekadar untuk memenuhi tanggung jawab laki-laki. Kondisi ini memang menjadi solusi darurat karena tak ada pilihan lain. Namun, pernikahan seperti ini tak menyelesaikan masalah lantaran kondisi perempuan dan anaknya rentan ditelantarkan.Alhasil, ketika sudah menikah, banyak perempuan menjadi TKI alias merantau lantaran suaminya menjadi pengangguran di rumah. "Akhirnya, anak di rumah kerap menjadi budak nafsu ayah kandungnya. Ada banyak kasus yang saya tangani tentang kekerasan anak oleh ayah kandungnya. Bahkan, ada yang dijual oleh ayah sendiri," papar Muslimah.Ya, tindakan asusila memang seperti mata rantai yang tak kunjung putus. Ia menjadi patologi sosial yang meruntuhkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat hingga ke pelosok daerah. Tindakan asusila terus hidup dan bersemai dalam detak jantung kemajuan zaman."Rata-rata, anak-anak yang terperosok ke tindakan asusila karena iseng main ponsel dan menonton film porno. Dari situ, terus menjalar coba-coba dan ketagihan," kata Muslimah. (Tim Espos/LN)  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top