Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR: Pembangunan kanal lamban, Samarinda terendam

SAMARINDA: Akibat pembangunan fisik kanal penanganan banjir berjalan lambat pada 2012, musibah banjir melanda di kawasan Sempaja Samarinda Utara, Rabu (26/12).Hujan yang turun membuat lima wilayah Rukun Tetangga (RT) di daerah itu, yang dihuni sekitar
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 Desember 2012  |  21:39 WIB

SAMARINDA: Akibat pembangunan fisik kanal penanganan banjir berjalan lambat pada 2012, musibah banjir melanda di kawasan Sempaja Samarinda Utara, Rabu (26/12).Hujan yang turun membuat lima wilayah Rukun Tetangga (RT) di daerah itu, yang dihuni sekitar 1000 jiwa lebih di Kelurahan Sempaja Selatan, terendam banjir.Arus lalu lintas kendaraan juga tak bisa melintas di persimpangan Jl KH Wahid Hasyim, Jl AW Syahranie dan Jl PM Noor. Pengendara terpaksa memutar ke jalan alternatif. Sejumlah pengendara yang nekat melintasi banjir membuat sepeda motor mogok. Kegiatan pertokoan dan bengkel di daerah banjir juga terhenti.Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengakui penanganan banjir berjalan lambat karena sulitnya proses pembebasan lahan untuk pembuatan kanal."Pemkot mendapat bantuan Rp 600 miliar secara bertahap dari Pemprov Kaltim untuk penanggulangan banjir. Harusnya anggaran sosial dulu tinggi pada 2012, baru kemudian tahun depan 2013 fisiknya dikerjakan. Tapi, penanganan sosial dan fisiknya bersamaan sehingga progres fisiknya lambat. Anggaran sosialnya untuk penanganan banjir Rp 30 miliar saja," jelas Jaang, hari ini.Realisasi pembangunan kanal yang direncanakan sulit direalisasikan karena masyarakat belum terima tanahnya diberikan untuk fasilitas umum."Tidak gampang melakukan pembebasan lahan, belum yang kena tanahnya, kena pagarnya itu tidak mudah. Pemkot kini kembali mengusulkan Rp 200 miliar ke Pemprov Kaltim untuk pembebasan lahan untuk pembangunan kanal," ujar Jaang.Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Sudarno yang ditemui dilokasi banjir berharap Pemkot Samarinda bisa optimalkan bantuan provinsi tersebut, untuk mengatasi banjir. "Bantuan yang sekitar Rp 600 miliar itu bisa dimanfaatkan, sehingga warga segera terbebas dari banjir," jelasnya.Akibat banjir, sebuah Puskesmas di Sempaja Selatan tak beroperasi. Sekolah Dasar sekitar daerah banjir juga tak melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Saat ini, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda  membuka posko-posko layanan kesehatan, menyusul tutupnya Puskesmas Sempaja.Untuk antisipasi banjir, saat ini Walikota Samarinda tengah melakukan perbaikan drainase di perempatan Jl Wahid Hasyim. "Kita berusaha membebaskan lahan masyarakat yang terkena pembangunan drainase. Perbaikan drainase di perempatan ini kita harap bisa segera selesai," kata Jaang. (k26/arh)

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top